
Kepala Hubungan Industrial dan Karyawan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Matheus Dwi Sekardianto (Foto: istimewa)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Sebagai upaya memperkuat ekosistem kepatuhan dan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memberikan apresiasi melalui ajang Satya JKN Awards Tahun 2025 kepada 110 badan usaha, yang terdiri atas 10 BUMN dan 100 badan usaha swasta, di Jakarta pada Selasa (14/10).
Kepala Hubungan Industrial dan Karyawan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, Matheus Dwi Sekardianto, menyampaikan rasa bangganya atas penghargaan yang diterima perusahaannya sebagai salah satu badan usaha paling berkomitmen dalam memenuhi kewajiban Program JKN. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung keberlangsungan program ini.
“Penghargaan ini merupakan wujud nyata kami dalam mendukung program pemerintah, tidak hanya dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga dalam memperkuat semangat gotong royong, sejalan dengan semboyan BPJS Kesehatan, Dengan Gotong Royong Semua Tertolong. Melalui prinsip tersebut, iuran yang dibayarkan oleh peserta yang sehat agar dapat digunakan untuk membantu peserta lain yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Matheus di Surabaya, Kamis (16/10).
Matheus mengungkapkan bahwa PT HM Sampoerna Tbk senantiasa berkomitmen dan bertanggung jawab penuh terhadap jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh pekerjanya, tanpa terkecuali, baik karyawan dengan status PKWTT, PKWT, maupun magang. Menurutnya, kesehatan merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap produktivitas karyawan. Jika karyawan dalam kondisi sehat, mereka dapat memberikan kinerja terbaik yang pada akhirnya turut berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
“Apabila perusahaan turut berkontribusi dalam keberlanjutan Program JKN, artinya perusahaan juga berperan dalam mendukung pembangunan bangsa, karena dapat membantu masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah dan terjangkau. Kontribusi ini bukan hanya memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja yang sehat, produktif, dan berdaya saing tinggi. keberhasilan Program JKN tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk badan usaha,” tutur Matheus.
Selain mendaftarkan seluruh pekerja, Matheus juga menerangkan bahwa salah satu upaya yang dilakukan perusahaannya dalam mendukung keberlangsungan Program JKN adalah dengan membayar iuran secara tepat waktu, yaitu sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Menurutnya, langkah tersebut bentuk kewajiban perusahaan dalam memenuhi hak karyawan beserta anggota keluarganya untuk memperoleh perlindungan jaminan kesehatan yang menjamin akses terhadap layanan medis saat dibutuhkan.
“Saya berharap BPJS Kesehatan sebagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan Program JKN terus berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya jaminan kesehatan, serta bersinergi dengan badan usaha dalam melakukan sosialisasi kepada karyawan terkait pemanfaatan akses layanan kesehatan dan program promotif preventif yang dimiliki BPJS Kesehatan. Dengan demikian, kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya para pekerja, terhadap Program JKN semakin meningkat,” jelas Matheus.
Sementara itu, Wilda Intan Tritanti (22), salah satu karyawan PT HM Sampoerna Tbk, membenarkan bahwa adanya jaminan perlindungan kesehatan melalui Program JKN sangat mendukung peningkatan produktivitas karyawan. Menurutnya, karyawan dapat bekerja dengan lebih tenang dan fokus karena tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan apabila mengalami sakit. Rasa aman serta kepastian atas perlindungan kesehatan tersebut turut menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan produktif.
“Saya pernah mengalami flu selama kurang lebih dua bulan, dan pada saat itu saya memanfaatkan layanan kesehatan melalui Program JKN. Prosesnya berlangsung dengan sangat mudah dan cepat, mulai dari pendaftaran hingga pemeriksaan oleh tenaga medis. Bahkan, ketika saya sempat kehabisan obat saat kontrol, pihak rumah sakit tetap berupaya agar saya memperoleh obat yang dibutuhkan. Saya merasa sangat terbantu karena tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan, sehingga dapat fokus pada proses pemulihan dan kembali bekerja secara optimal,” ungkap Wilda.
Wilda berharap BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga keberlanjutan Program JKN. Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat program JKN, sehingga semakin banyak yang memahami dan mendukung prinsip gotong royong dalam pembiayaan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, seluruh peserta dapat merasakan manfaat yang maksimal dari program ini, baik dalam kondisi sehat maupun saat membutuhkan pelayanan kesehatan. (rn/md/red)



