BOJONEGOROJATIM

Belajar Pengalaman Sang Ayah, Igustri Jadi Duta Muda Peduli Kesehatan

Igustri Restu Kirani (Foto: ist)

BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com –  Menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan tentu menjadi kebanggan tersendiri bagi Igustri Restu Kirani (16). Gadis asal Desa Sobontoro Kecamatan Tambakboyo Kabupaten Tuban ini ingin mewujudkan masa depannya yang sehat dan hebat. Menurutnya generasi yang kuat berawal dari masyarakat yang sehat. Sehingga Igustri dan keluarganya pun telah lama menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Penyuka musik ini menyadari jika berobat tanpa mengandalkan layanan JKN tentu akan sangat besar biayanya. Ia juga memahami jika sakit dapat datang kapan saja tidak mengenal usia muda atau tua.

“Walaupun secara pribadi saya belum pernah memanfaatkan, namun setiap bulannya namun saya rutin untuk membayar iurannya. Tentu hal ini menjadi bukti nyata gotong-royong dan solidaritas terhadap semua peserta JKN. Sehingga kedepannya Generasi Indonesia Emas akan semakin sehat, produktif, cerdas, tangguh dan membanggakan,” jelasnya, Selasa (11/11).

Igustri juga menceritakan jika ia akan meningkatkan pola hidup sehatnya guna mewujudkan generasi emas. Ia pun memahami jika menjaga kesehatan diri sendiri artinya turut serta menjaga keberlanjutan Program JKN.

“Walaupun kegiatan di sekolah baik intra maupun ekstrakurikuler sangat padat namun saya tidak meninggalkan pola hidup sehat. Misalnya saja setiap pagi saya rutin untuk jalan kaki selama kurang lebih 30 menit setiap harinya. Selanjutnya pola makan agar terhindar dari penyakit yang bersifat kronis sudah mulai dijaga. Tidak mudah memang untuk mempertahankan kebiasaan baik ini, namun jika tidak dimulai dari sekarang mau kapan lagi,” terangnya.

Kenangan pahit pernah Igustri rasakan bersama dengan keluarganya. Saat itu sang ayah didiagnosa mengidap penyakit gagal ginjal. Sehingga layanan cuci darah selama hampir dua tahun harus membersamai sang ayah.

“Terus terang sangat bersyukur karena layanan JKN membantu biaya penuh pengobatan ayah. Andai saat itu kami belum terdaftar menjadi pesertanya tentu tidak akan sanggup biaya pengobatan tersebut kami tanggung sendiri. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan yang telah memberikan keringanan biaya berobat pada ayah saya. Selanjutnya saya mengajak peserta JKN untuk selalu keaktifan kepesertaannya. Sehingga saat sakit tidak khawatir lagi dan gotong-royong menjaga keberlangsungan Program JKN. Layanan kesehatan ini tidak bukan hanya tentang biaya pengobatan namun semangat untuk saling peduli. Sehingga saat sehat, kita bisa belajar lebih baik dan bekerja pun lebih produktif. Terima kasih banyak BPJS Kesehatan, layanan kesehatan andalan seluruh masyarakat Indonesia,” katanya dengan bangga. (ru/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button