JATIM

Larung Sungai PWSS Budaya Masyarakat Stren Kali Surabaya

Ruwatan Kali / Sungai warga Stren Kali Surabaya

SURABAYA, JATIM, BN – Tradisi Larung sungai adalah kebiasaan berkala masyarakat stren kali Surabaya yang tergabung dalam Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya (PWSS), Dalam hal ini bisa di katakan sebagai masyarakat yang memiliki ketergantungan hidup dari perairan atau sungai yang terbentang dari sungai Karang Pilang sampai dengan Sungai Medokan Semampir.

Demikian dikatakan Ketua Panitia Larung Sungai, Sekjen PWSS Warsito, Minggu, 16 Desember 2018.

Menurut Warsito dalam tradisi larung tahun ini, warga menghantarkan tumpeng replika, makanan aneka rupa ke tengah sungai, kemudian membiarkannya ditelan arus.

Tradisi ini dilakukan sebagai tradisi tahunan yang mana Larung dilakukan bersama-sama oleh PWSS dengan dana patungan dari seluruh Koordinator Wilayah (Korwil).

Tradisi larung di mulai dengan ritual doa yang di pimpin oleh tokoh agama, sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Sesepuh masyarakat dan persiapan ruwatan. Selanjutnya tumpeng replika beserta aksesoriesnya di arak hingga ke tepi sungai.

Acara ritual terkesan khidmat dan khusuk ketika dalang dan anak dalang saling bersautan dalam bahasa Jawa. Berikutnya tumpeng di bawa ke sungai dan di lepas.

Dalam Sambutannya, Sekjen PWSS Warsito menjelaskan tujuan diselenggarakannya kegiatan Larung Sungai tahun ini adalah Mensyukuri atas Rahmat Tuhan YME yang telah memberikan limpahan rizki berupa hasil sungai, eksisnya pemukiman warga yang dalam halam hal ini terproteksi oleh Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2007 tentang penataan sempadan sungai Kali Surabaya dan Kali Wonokromo.

Masih kata Warsito Tujuan selanjutnya ialah sebagai salah satu media permohonan kehadapan yang Kuasa agar selalu memperoleh per­lindungan dan dijauhkan dari segala marabahaya, dianugerahi keselamatan dan hasil yang lebih me­limpah lagi.

Armudji dukung Jadikan Strenkali Destinasi Tujuan Wisata

Tokoh sesepuh warga Surabaya (Armudji) larungkan tumpeng dan menebar benih ikan di acara larung sungai

Hadir dalam acara larung sungai PWSS, Tokoh sesepuh warga Surabaya sekaligus Ketua DPRD Kota Surabaya, H. Ir. Armudji memberikan apresiasi yg setinggi-tingginya kepada seluruh panitia maupun mereka yg telah membantu terselenggaranya acara.

Larung sungai  adalah bentuk kerjasama kegotong royongan warga.

“Saya selaku wakil rakyat memenuhi undangan warga saya, selalu support semangat guna membangun Surabaya kedepannya lebih baik lagi,” ucapanya.

Ia menambahkab mainseat yang mana seolah-olah warga bantaran terpinggirkan, termarginalkan nyatanya mereka terus berupaya untuk hidup berinovasi, berusaha agar statusnya sama dengan warga Surabaya yang lainnya.

Apalagi jika kedepannya warga terus berkreasi membuat gebrakan menjadikan kampungmya menjadi kampung ” Destinasi Wisata Air”.

“Saya pasti mendukungnya,” janji Armuji.

Selaku wakil dari rakyat, Armudji menghimbau kepada seluruh birokrasi terkait, janganlah mereka ditakut-takuti, di intimidasi apalagi di gusur. Mereka berhak mendapatkan penghidupan yang layak.

Dalam kesempatan yang sama, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur, menjawab pertanyaan wartawan BN seputar acara Larung sungai yang di selenggarakan PWSS.

Ketua LSM KLH melalui perwakilannya menguraikan antara KLH dan PWSS adalah tidak jauh beda dalam visi & misinya.Menjaga kelestarian sungai, habitatnya dan ekosistem sungai.

“Mari terus bersama-sama menjaganya di mulai dari tidak membuang sampah dan tidak membuang kotoran MCK rumah tangga ke sungai,” jelasnya.

Ia ungkapkan air sungai yang terbentang kurang lebih 46 Km, dari Mojokerto ke Surabaya adalah sumber bahan baku air minum seluruh masyarakat Surabaya.

“Mari kita jaga bersama kebersihannya, ” pungkasnya.(boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button