JATIMSIDOARJO

Perkuat ETPD, TP2DD Sidoarjo Targetkan Implementasi QRIS Tap di Seluruh Sektor pada 2026

Bupati Sidoarjo H. Subandi (ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com –  Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus memperkokoh komitmennya dalam Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Setelah sukses menyabet prestasi membanggakan di tingkat nasional pada tahun 2025, kini TP2DD (Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah) Kabupaten Sidoarjo bersiap melakukan lompatan inovasi melalui penerapan teknologi QRIS Tap pada tahun 2026.

Kerja keras TP2DD Sidoarjo membuahkan hasil nyata. Pada tahun 2025, Kabupaten Sidoarjo dinobatkan sebagai TP2DD Terbaik III Wilayah Jawa-Bali oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI. Tidak hanya itu, inovasi pembayaran retribusi non-tunai milik Pemkab Sidoarjo juga meraih predikat Program Unggulan Terbaik ke-3 Nasional.

Keberhasilan ini tercermin dari angka indeks ETPD Sidoarjo yang mencapai 99,5% pada Semester 2 Tahun 2025, menjadikannya yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Senin (6/4), Bupati Sidoarjo H. Subandi menegaskan bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan instrumen mutlak untuk transparansi dan mencegah kebocoran anggaran.

Fokus utama tahun ini adalah sosialisasi dan implementasi QRIS Tap. Berbeda dengan QRIS konvensional, QRIS Tap memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran tanpa perlu memindai (scan) barcode. Cukup dengan menempelkan ponsel ke mesin EDC atau pembaca contactless, transaksi selesai secara instan, praktis, dan aman.

“Digitalisasi adalah cara kita menekan kebocoran anggaran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terukur,” tegas H. Subandi di hadapan perwakilan Kemenko Perekonomian dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur yang hadir sebagai narasumber.

Bupati Subandi juga mendorong agar seluruh sektor, mulai dari perdagangan hingga kesehatan, segera beralih ke sistem digital. Ia memberi perhatian khusus pada sektor pasar tradisional.

“Saat ini retribusi pasar masih kecil. Saya minta ETPD diimplementasikan di pasar-pasar. Buatkan aplikasi yang memudahkan masyarakat, bahkan yang tidak terlalu paham IT, agar bisa membayar non-tunai hanya dengan HP,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Sidoarjo sekaligus Ketua Harian TP2DD, Fenny Apridawati, menyampaikan bahwa digitalisasi berbanding lurus dengan kemajuan daerah. Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sidoarjo menjadi yang tertinggi untuk kategori kabupaten di Jawa Timur dengan angka 83,35.

Selain itu, pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) di Sidoarjo menempati urutan pertama di Jawa Timur dan peringkat ke-4 secara nasional.

“Kami memiliki pondasi infrastruktur digital yang matang. Semua OPD diharapkan segera menerapkan QRIS Tap untuk mengoptimalkan belanja daerah maupun pemungutan PAD,” pungkas Fenny. (yah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button