Akses Mudah dan Cepat, Tanti Rasakan Perlindungan Nyata JKN Aktif

Tanti (18), warga Desa Grabagan, Kabupaten Tuban (istimewa)
BOJONEGORO, BIDIKNASIONAL.com – Bagi sebagian masyarakat, keberadaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kerap baru terasa penting ketika kondisi tubuh mulai melemah. Fenomena ini masih sering terjadi di sekitar kita. Banyak orang yang menunda menjadi peserta JKN aktif atau lalai membayar iuran. Akhirnya perasaan panik pun datang tanpa permisi. Situasi seperti inilah yang pernah dialami oleh Tanti (18), warga Desa Grabagan, Kabupaten Tuban.
“Alhamdulillah, saya dan keluarga telah terdaftar menjadi peserta JKN. Saya merasakan sendiri manfaatnya sangat besar. Jika terjadi sakit, kami sekeluarga tidak perlu khawatir lagi. Sering kali orang berpikir, selama sehat tidak memerlukan layanan JKN. Padahal, kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa diprediksi. Sakit dapat datang kapan saja. Biaya pengobatan juga tidak ringan apalagi tanpa memanfaatkan layanan JKN,” katanya, Jumat (08/05).
Sebagai peserta JKN aktif, Tanti merasakan perbedaan yang sangat signifikan. Layanan JKN yang mudah dan cepat memberikannya rasa puas.
“Beberapa waktu yang lalu, saya mengantar keluarga berobat di faskes tingkat pertama. Ternyata dengan hanya menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja sudah langsung dilayani. Prosesnya juga mudah dan cepat saat di bagian administrasi. Kami tidak diminta untuk melampirkan fotokopi. Selanjutnya, melalui antrean online, peserta yang datang tidak perlu menunggu lama,” ujarnya.
Selanjutnya, Tanti menuturkan jika ia mendapatkan kepastian jaminan layanan kesehatan. Menurutnya, Upaya promotive dan preventifnya benar-benar ia rasakan.
“Beruntung sekali menjadi peserta JKN. Sebelum dan sesudah sakit pun, layanannya tetap memberikan perlindungan. JKN tidak hanya berfungsi saat seseorang sakit berat saja. Upaya promotif dan preventifnya benar-benar telah saya dan keluarga rasakan. Andai belum terdaftar menjadi pesertanya, tentu saat sakit biaya berobatnya sangat mahal. JKN bukan hanya sekedar solusi perlindungan kesehatan saja. Namun layanannya bagian dari Upaya menjaga kualitas hidup,” ceritanya.
Setiap bulannya, Tanti juga rutin untuk membayar iuran JKN. Ia berupaya agar kepesertaan aktifnya tetap terjaga.
“Prinsip gotong-royong layanan JKN ini sangat bagus. Iurannya yang sangat terjangkau setiap bulannya mempunyai manfaat besar. Setiap peserta memiliki tanggung jawab untuk membayar iuran secara rutin. Saya sendiri disiplin dalam memenuhi kewajiban ini. Saya percaya bahwa hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal tidak bisa dipisahkan dari kewajiban yang dijalankan,” terangnya.
Diakhir pertemuan, Tanti menceritakan jika lebih baik sedia payung sebelum hujan. Menurutnya menjadi peserta JKN aktif melindungi diri sendiri sekaligus keluarga dari potensi beban ekonomi yang besar.
“Pengalaman saya menjadi pengingat bahwa lebih baik bersiap sebelum hal yang tidak diinginkan terjadi. Jangan menunggu sakit baru menyadari pentingnya perlindungan kesehatan. Selanjutnya, saya ingin mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya layanan JKN. Jangan menunda, apalagi mengabaikan. Karena saat kita telah memenuhi kewajiban, maka hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak pun dapat kita rasakan dengan tenang. Jangan lupa juga untuk meningkatkan dan mempertahankan pola hidup sehat,” pungkasnya. (ru/red)



