
Mbah Woto mengabadikan foto berlatar belakang Gua Selomangleng (ist)
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Kali ini, artikel perjalanan spiritual saya sampai di tempat peninggalan leluhur Jawa, yakni sebuah situs purbakala berjuluk Gua Selomangleng. Tempat situs ini berada di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur.
Belum lama ini batin saya tergerak untuk mengunjunginya. Setelah mendapat lampu hijau dari leluhur, saya putuskan berangkat sowan ke Gua Selomangleng bersama sejumlah murid.Dari info pitutur, Gua Selomangleng pernah menjadi tempat bertapa Dewi Kili Suci, putri Prabu Airlangga, Raja Kerajaan Kahuripan.
“Kamu harus sowan ke gua itu agar tahu dan mengerti suasana dan kondisinya”, ucap leluhur lewat dawuh gaib yang nyambung dalam batin saya. Setelah sampai di lokasi, kami beristirahat terlebih dulu memilih tempat persis di depan pintu gua. Waktu berjalan sekitar 15 menit berlalu, petunjuk datang. Saya dan para murid dipersilahkan masuk dalam gua. Selanjutnya, persiapan uborampe ditata sedemikian rupa. Tiba saatnya ritual kontak gaib berlangsung.
Singkat cerita, hasil komunikasi dua alam itu menjelaskan benar bila Gua Selomangleng tersebut pernah menjadi tempat pertapa Dewi Kili Suci putri Prabu Airlangga, Raja Kerajaan Kahuripan.
Kami menerima pesan dari leluhur dalam ritual kontak gaib itu, agar para putro wayah wajib menjaga dan melindungi situs Gua Selo Mangleng dimaksud. Juga dalam dawuh leluhur tersebut wanti wanti kepada putro wayah jangan sampai lupa dengan leluhur Jawa termasuk benda peninggalannya.
Diakhir pesan leluhur itu, kita ( putro wayah ) agar memperbanyak do’a kepada Tuhan yang menciptakan semua manusia dan makhluk hidup lainnya di alam semesta ini, agar memohon keselamatan dan ketentraman hidup. ” Semoga kamu semua mendapatkan keselamatan, ketentraman dan kebahagian dalam hidupmu, ” pesan leluhur.
Setelah melakukan dan merasakan giat ritual, saya meyakini bila Gua Selomangleng yang konon dibuat pada abad ke 11-13 Masehi itu masih memiliki aura sakral. Sehingga wajib dijaga dan dilestarikan keberadaannya sebagai warisan leluhur Jawa dan Nusantara.
Ketika kami usai ritual dan keluar dari dalam gua, giliran sekelompok pengunjung lainnya melakukan ritual doa. Juga terlihat banyak anak remaja berseragam Pramuka berkunjung ke wisata budaya Gua Selomanglen tersebut. (Suwoto)
