
Kader Posyandu Desa Kuta Batu, Kecamatan Simpang Kanan. (Foto: Ist)
ACEH SINGKIL, BIDIKNASIONAL.com – Kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) terus menjadi salah satu sarana penting bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, khususnya bagi bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui di Desa Kuta Batu, Kecamatan Simpang Kanan.
Posyandu juga menjadi bagian dari upaya bersama, dalam memantau tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi sejak usia dini.
Pemeriksaan dan pemantauan pertumbuhan anak, kegiatan Posyandu di Desa Kuta Batu, turut diisi dengan pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga dalam memperhatikan asupan gizi, serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkelanjutan.
Pj. Ketua PKK Desa Kuta Batu, Ainun Mardiyah, bersama bidan desa dan para kader Posyandu terus mendorong agar kegiatan pelayanan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap bulan. Jumat (14/8/2026).
Lanjut Ainun menambahkan, keberadaan Posyandu tidak hanya berkaitan dengan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah kebersamaan masyarakat dalam memperhatikan tumbuh kembang generasi penerus di desa.
“Kegiatan rutin Posyandu memberikan kesempatan kepada orang tua untuk mendapatkan informasi mengenai pertumbuhan anak, pola asuh, kebutuhan gizi, serta pentingnya melakukan pemantauan secara berkala. Dengan adanya keterlibatan kader, bidan desa, PKK, dan masyarakat, diharapkan berbagai upaya pencegahan masalah gizi pada anak dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkesinambungan,” ujar Ainun.
Bahwa pihaknya bersama bidan desa dan para kader akan terus berupaya mendukung kegiatan Posyandu, termasuk melalui pemberian PMT yang dilaksanakan secara berkala.
“Sebagai Pj. PKK Kuta Batu bersama bidan desa dan ibu-ibu kader, kami berupaya mendukung upaya pencegahan stunting dengan pemberian PMT setiap bulan. Kami berharap melalui kegiatan Posyandu yang rutin, perhatian terhadap pertumbuhan dan kebutuhan gizi anak semakin meningkat,” jelas Ainun.
Ia menambahkan, upaya pencegahan stunting membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah desa, kader Posyandu, maupun tenaga kesehatan, tetapi juga peran aktif orang tua dan keluarga sangat diperlukan dalam memastikan anak memperoleh makanan bergizi, pola asuh yang baik, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin. Menurutnya, Posyandu bukan sekadar agenda bulanan pelayanan kesehatan. Lebih dari itu, Posyandu merupakan bagian dari kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak Desa Kuta Batu.
“Harapan kami, anak-anak Desa Kuta Batu dapat tumbuh sehat, memiliki gizi yang baik, dan berkembang secara optimal. Karena itu, kegiatan Posyandu harus terus kita dukung bersama,” lanjutnya.
Pelaksanaan Posyandu secara rutin, pemberian PMT, pemantauan pertumbuhan, serta edukasi kepada orang tua, Desa Kuta Batu diharapkan dapat terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan dan gizi masyarakat.
Semangat gotong royong antara pemerintah desa, PKK, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak. Upaya tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian bersama agar setiap anak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.
Pencegahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat secara berkelanjutan. (Nurha/Roni S)

