Sandiaga Salahudin Uno : Kalau Saya Terpilih Mengedepankan Dialog Jangan Sampai Masyarakat Ditinggalkan


TUBAN, JAWA TIMUR, BN – Calon Wakil Presiden nomer urut 02, Sandiaga Salahudin Uno usai mengunjungi Makam Sunan Bonang langsung melanjutkan ke pantai Kelapa untuk berkampanye dihadapan ratusan masa pendukungnya dari Lamongan, Tuban dan Rembang.
Ratusan masa pendukungnya sudah menanti mulai siang di pantai Kelapa kelurahan Panyuran – Palang, Kamis, (14/2/2019). Di lokasi pintu masuk ke pantai Kelapa puluhan Petugas keamanan dari TNI/Polri maupun Satgas dari partai Gerinda.
Setibanya Sandiaga Salahudin Uno di parkiran pantai Kelapa berjalan kaki menuju tepi pantai untuk acara menyampaikan Visi dan Misi pasangan Prabowo/Sandi kalau terpilih menjadi pemenang dalam Pilpres dan dialog sama masa pendukungnya.
Perwakilan warga dari ring I Pertamina di Jenu, Muhtadi menyampaikan pertanyaan dengan menggunakan mick. “Saya perwakilan dari ring I calon berdirinya kilang minyak terbesar di Asia. Kami sudah 1.5 tahun berjuang tapi “ngenyel” pemerintah mau beli tanah kami. Disini tertera beribu tanda tangan yang menolak. Kami sudah sampaikan ke DPRD tapi tidak ada yang muncul, kami tidak punya wakil. Kami tidak punya wakil karena tidak ada yang menampung aspirasi dan jeritan kami. Tolong warga ring I jangan sampai berdiri di situ. Karna ketahanan pangan lebih penting dari pada gas kita sudah impor jagung dan beras, masa pertanian di gusur ?” Ungkap Muhtadi
Sandiaga Salahudin Uno menjawab dari pertanyaan dari warga. “Kilang minyak itu diperlukan dan harus didukung oleh rakyatnya. Kalau Membangun sesuatu itu harus di dukung oleh rakyatnya. Dibawa Prabowo Sandi akan mengadakan dialog dengan rakyat dan kita akan pastikan kalau rakyat tidak di tinggalkan” ujar Sandiaga Salahudin Uno.
Lanjutnya, Kilang minyak itu di perlukan karena banyak impor migas itu akhirnya membebani anggaran kita tapi kita perlu pangan juga jangan sampai pangan kita lahannya makin lama makin tersedot jangan sampai terus impor pangan terus. Dibawa Prabowo Sandi nanti diadakan dialog, tahun 2019 kita ingin pastikan jangan sampai ada rakyat yang menolak program pemerimtah. Insya Allah jangan curang dan kita kawal TPS nya. (Jati)



