JATIM

Pemkab Mojokerto Terkesan Tutup Mata, 20 Tahun Jalan Poros Desa Sugeng – Kesemen Tak Tersentuh Pembangunan

Kondisi Jalan Poros Desa Sugeng Trawas – Kesemen Ngoro.

MOJOKERTO, JATIM, BN – Sejumlah kalangan dan elemen masyarakat, beberapa pekan terakhir menyoroti kinerja Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto.

Masyarakat menilai, Pemda terkesan tutup mata. Pasalnya, Selama Dua Puluh Tahun, Jalan Poros yang menghubungkan Desa Sugeng, Kecamatan Trawas dan Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto tak tersentuh pembangunan.

Seperti yang dikatakan Dawam, Kepala Dusun Sugeng. Menurut Dawam, Warga masyarakat Desa Sugeng berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mojokerto mau memperhatikan kondisi jalan tersebut. Jalan itu merupakan jalan satu-satunya menuju ke Desa Kesemen.

“Bukan hanya warga Desa Sugeng yang mengharapkan adanya perbaikan atau peningkatan jalan tersebut. Warga masyarakat Desa Kesemen juga berharap yang sama, “ungkap Dawam saat dikonfirmasi BN di kantor Balai Desa Sugeng.

Informasinya, lebih lanjut Dawam mengatakan, pihak Pemerintah Desa Kesemen juga sudah mengajukan proposal peningkatan jalan sekaligus pembangunan jembatan. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Permasalahan ini pernah saya sampaikan ke Kepala Dusun Kesemen, agar ada tindak lanjut ke dinas terkait, dalam hal ini adalah pihak Pekerjaan Umum Kabupaten Mojokerto,” tambahnya.

Mismandono Kepala Desa Sugeng, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Sementara itu, Mismandono Kepala Desa Sugeng, Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto mengatakan, pihaknya sudah Empat kali mengajukan permohonan peningkatan jalan dan pembangunan jembatan melalui proposal, namun sampai saat ini belum ada tanggapan.

“Semoga Pemerintah Daerah mau mendengarkan keluhan warga masyarakat, terutama warga Desa Sugeng. Karena selain jalan satu-satunya menuju ke Desa Kesemen, juga untuk memperlancar perekonomian masyarakat, ” harap Kades.

Menyikapi kondisi jalan poros Desa Sugeng Trawas – Kesemen Ngoro. Suhada Koordinator LSM GAKK (Garda Anti Korupsi dan Ketidakadilan) Mojokerto angkat bicara.

“Sepertinya Pemerintah Daerah Mojokerto memang terkesan tutup mata. Ini bisa dilihat dari kondisi jalan yang menurut warga masyarakat, sudah 20 tahun tidak ada perhatian dari pemerintah,” katanya.

“Informasinya, jalan itu sudah banyak memakan korban, meski tidak sampai meninggal. Korban, biasanya terpeleset batu yang mengelupas, hingga terjatuh dari sepeda motor,” pungkas Suhada.

Hingga berita ini diturunkan, Didik Pancaning A Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Mojokerto, belum berhasil dikonfirmasi BN. Menurut salah satu stafnya, yang bersangkutan sedang mengikuti rapat di kabupaten. (arie)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button