Pembuatan Talud di Kelurahan Muara Enim Kota Lubuk Linggau Diduga Asal Jadi

LUBUK LINGGAU, SUMSEL, BN – Sejumlah warga Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuk Linggau Barat 1 Kota Linggau melaporkan kegiatan pembuatan talud sepanjang 180 meter.
Warga yang tergabung dalam forum masyarakat menganggap pekerjaan yang dibiayai dari dana APBN melalui Program KotaKu atau Program Kota Tanpa Kumuh senilai Rp1,2 miliar tersebut tidak pernah dilakukan koordinasi dengan warga.
“Kami tidak tahu bila akan ada pekerjaan talud. Bahkan lurah mengaku baru tahu setelah ada komplain dari warga dan itupun setelah pekerjaan sudah dimulai,” kata salah seorang warga yang minta dirahasiakan identitasnya, Jumat (26/7).

Lanjutnya, warga merasa keberatan dengan pembuatan talud di atas tanah milik PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) padahal masih ada tanah di lokasi lain yang masih layak.
“Warga mengeluhkan karena pembuatan talud tidak memakai pondasi. Bahkan untuk pembuatan selup dan tiang pagar talud hanya memakai besi ukuran 8,” katanya kepada Bidik Nasional.
Sementara itu, Faskel Kota berinisial PR mengakui memang teledor dan kurang mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh BKM Wahana Mandiri Kelurahan Muara Enim.
“Kami akan tambahkan pekerjan lain. Masalah sebagian besi yang menurut RAB seharusnya menggunakan besi 10 akan kita lakukan penambahan pekerjaan,” jelasnya.
Terpisah, warga lain berharap agar dilakukan audit terkait Program P2KP PNPM dan KotaKu tahun 2012 sampai tahun 2019. (Joni gitar)



