Terkait Debit Air Berkurang Direktur PDAM Belu Dialog Aspirasi Tora Life Di RRI Atambua


ATAMBUA, NTT, BN-Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Belu bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Atambua mengadakan Diolag Aspirasi Tora dengan menghadirkan Narasumber Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Belu,Yunius Koi Asa, S.Fil, dengan topik “Tidak Ada Air Tidak Ada Kehidupan” Rabu, 18/9/2019 pagi.
Direktur PDAM Kabupaten Belu, Yunius Koi Asa, S.Fil dalam Dialog Aspirasi Tora mengatakan banyak permasalahan yang di hadapi oleh PDAM Kabupaten Belu dikarenakan keterbatasan sumber mata air dan pada waktu musim panas banyak sumber mata air yang dikelola debit airnya berkurang bahkan sampai mengering. Selain itu masih banyak persoalan lain yang dihadapi salah satunya adalah mental masyarakat yang merusak pipa,dan tunggakan masyarakat yang begitu besar sehingga pendapatan penerimaan terbatas.
“Permasalahan seperti ini sangat menggangu manajemen PDAM untuk bisa melayani para pelanggan lebih optimal terutama karena debit air yang berkurang sepanjang spam lahurus,dan sepanjang jalan dari Lahurus sampai Baukoek ada tepingan sehingga air lahurus mengalir ke reservoir Fatubenao hanya sekira 7 liter. Hal ini sangat menggangu untuk pemenuhan air bagi masyarakat kota dan sekitarnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Yun menjelaskan, untuk Wematan tirta yang pada umumnya musim hujan Bron A bisa sekitar 15-20 liter perdetik dan Bron C 10-15 liter per detik, tetapi pada musim panas seperti ini kalau tidak didukung pompa dari sumur darurat maka tentu akan mengalami hambatan dalam pelayanan.
“Kita membuat sumur darurat sekitar hutan di pinggir kali sehingga dari bronkapterin A dan C menurun, kita bisa suplai tambah injeksi ke bronkap dengan listrik 33.000, dan pompa air 18 KB yang selama ini disuplai kepada para pelanggan pada musim panas tidak terganggu,”.jelasnya.
Yun juga menuturkan untuk saat ini total pelanggan PDAM Kabupaten Belu sebanyak 5.841. Dari 5841 ini sekitar 3016 yang aktif, selain dari itu semuanya pasif terutama yang berada di wilayah ketinggian seperti lolowa, wekatimun, weaituan, haliren dan sekitar sesekoe karena debit airnya berkurang.
“untuk saat ini kita belum bisa melayani, tetapi kita tetap terus berupaya dan saat ini spam weoe dan spam molos oan sedang dalam proses pembangunan sehingga yepingan-tepingan dari pipa Lahurus bisa ditutup pada awal Januari 2020 mendatang,”.tandasnya.
Yun juga menambahkan bahwa tidak semua program air yang di bangun oleh Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten diserahkan kepada PDAM Kabupaten Belu untuk dikelola.
“Yang diserahkan dan dikelola oleh PDAM kabupaten Belu adalah sistem penyediaan air bersih Lahurus/spam Lahurus, spam tirta oematan (bron A dan C), spam di silawan dan Haekrit,”.ujarnya.
Di akhir dialog Direktur PDAM Kabupaten Belu menyampaikan bahwa dirinya akan terus berusaha meyakinkan masyarakat dan terus bekerja di lapangan untuk membuktikan bahwa membangun Kabupaten Belu harus bersama-sama agar kedepan kebutuhan akan air minum bisa terpenuhi.
“Untuk saya pesan kepada para pelanggan air bersih PDAM Belu untuk membayar tagihan rekening air selalu tepat waktu pada setiap bulan berjalan karena dengan membayar tagihan rekening air itulah dapat membantu untuk memperbaiki perpipaan yang rusak
sehingga air dapat mengalir dengan baik sampai pada pelanggan. Saya menghimbau kepada semua masyarakat untuk tetap menjaga pipa-pipa yang ada dan mengajak seluruh masyarakat Kota Atambua untuk bersama- sama mendukung dan mendorong dana yang ada sehingga bisa memperbaiki pipa yang bocor dan kropos sehingha bisa memenuhi kebutuhan air bersih di Kabupaten Belu perbatasan RI-RDTL ini,” pesannya. (anis ikun).



