JATIM

BPJS Kesehatan Hadir Untuk Masyarakat

Moch Bari (26) Peserta JKN-KIS Mandiri

SIDOARJO, JATIM, BN – Pengalaman pribadi mengantri pada saat berobat di Puskesmas atau Rumah Sakit adalah hal yang wajar. Melihat dari sisi pelayanan tanpa dibedakan baik yang berstatus umum maupun sebagai peserta BPJS Kesehatan.

Narasi loyalitas akan peran penting pemerintah dalam program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat merupakan peran penting negara pada saat warga membutuhkannya.

Mengawali pembicaraannya, Moch Bari (26) warga Candi Sidoarjo mengaku JKN bagian metamorfosis dari program Asuransi Kesehatan yang dahulu.

“Buktinya bisa dibilang hampir seluruh masyarakat sekarang ini bergabung menjadi peserta JKN. Apalagi pemerintah sendiri hadir memberikan subsidi pada peserta kelas 3 yang seharusnya membayar iuran Rp. 42.000,- namun hanya membayar Rp. 25.500,-. Sisa Rp. 16.500,- negara yang bayarkan. Ciamik…mas, ” ujar Bari kepada bidiknasional.com, di Tambak Sumur, Sidoarjo (29/07).

Tergabung sebagai peserta BPJS Kesehatan mandiri kelas III, Bari menjelaskan seluruh anggota keluarganya tergabung pada kelas yang sama.

“Ini pengalaman saya waktu berobat menggunakan kartu KIS saya mas. Saat itu saya sakit gigi, lalu saya berobat ke Klinik pusura medika di daerah Candi. Saya dilayani seperti pasien yang berstatus umum, ” terangnya.

Dia mengaku, sama-sama mengantri tanpa dibedakan, sama-sama bisa berkonsultasi dengan dokter.

“Obatnya sama, bahkan saya dapat berkonsultasi khusus pada dokter gigi yang biasa menangani sakit saya ini, ” tuturnya.

Sampai sekarang lanjut Bari, ia masih sering menjalani kontrol rawat jalan atas keluhannya yang mana dokter gigi belum menyarankan untuk mencabut giginya

“Kata dokter, gigi saya ini masih bisa dipertahankan. Maka dari itu, gigi sebelah kanan bawah ini lebih baiknya ditambal mas, ” ujar Bari menirukan saran dokter giginya.

Harapan pribadi Bari pada masyarakat dan program JKN yaitu masyarakat lebih tertib membayar iuran. Jangan sering terlambat atau bahkan tidak membayar.

“Malu kan mas, kalau mau pakai kartu JKNnya dan tiba-tiba dinyatakan tidak aktif karena punya hutang,” singgungnya.

“Untuk BPJS Kesehatan sendiri, saya pribadi ingin menyampaikan ucapan terimakasih. Mantap program ini mas. Telah begitu banyak membantu masyarakat yang sakit. Saya minta program ini terus berlanjut, ” pungkasnya. (boody)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button