Buka Usaha Lidi, WNA Pakistan Jadi Sorotan


LABUHANBATU, SUMUT, BN-Mahmood Naser, warga Negara Pakistan, yang membuka usaha Eskport Lidi Kelapa Sawit di Bilangan Lingkungan Pemancar Kelurahan Siringo-ringo Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, mulai jadi sorotan.
Pasalnya, Mahmood Naser membuka usaha ekspor lidi, bahan yang mudah terbakar dan dari satu sisi saja, usaha Mahmod Naser yang sudah berbentuk Gudang penyimpanan, dan prosesing export tersebut, diduga tidak memiliki Ijin Gudang, sebagaimana yang diatur dalam Perda Labuhanbatu.
Setiap harinya Mahmod Naser mendatangkan lidi dari berbagai sudut Kabupaten Labuhanbatu. Lidi tersebut kemudian ditaruh dalam gudang sebelum diangkut kontainer menuju Pakistan.
Bentuk badan hukum usaha apa yang digunakan Mahmod Naser, ini juga tidak jelas wujudnya. Karena hampir semua dokumen mengatas namakan Jakarta, padahal dia berada di wilayah Otonomi Daerah Kabupaten Labuhanbatu.
Mahmod Naser, mempekerjakan pekerja-pekerja local, yang tidak dilandasi ketentuan undang-undang, pasalnya tenaga kerja tidak seorangpun yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja setempat. Bahkan system pengupahan inipun berdiri dengan suka hatinya.
Lurah Kelurahan Siringo-ringo Rustam Effendi saat di temui di ruang kerjanya, Kamis,(7/8/20), ketika masalah ini disampaikan kepadanya, tidak tahu, padahal lokasi Mahmod Naser membuka usaha tidak sampai setengah Kilometer dari Kantornya.
Ada indikasi kepala lingkungan tidak memberitahu kepada Lurah atau kepling tersebut sengaja menutup-nutupi keberadaan warga asing tersebut, disebabkan ketika dilakukan investigasi ketempat itu. Pekerja disana, menyebut-nyebut yang mengkordinir mereka adalah salah seorang Kepala Lingkungan, anggota Lurah itu sendiri.
Yang unik dari sikap Mahmod Naser, disela pandemic ini dia berani berada di tempat itu, sebagai warga negara asing, tanpa adanya control dari pihak berkompeten setempat.
Ketika ditanya mengenai surat keterangan bebas Covid, Mahmod Naser secepat itu mendapatkannya dengan melibatkan sebuah klinik Syakira dan klinik laboratorium klinik Anugrah. Seolah-olah dia sudah melalui Uji bebas Covid.
Zulfan Ajhari Siregar, Wartawan merangkap Ketua LSM Astran yang kebetulan bertempat tinggal disekitar lokasi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan apa yang dilakukan Mahmood memang menguntungkan warga setempat, dalam menambah pendapatan. Akan tetapi bukan berarti si Mahmood ini, bisa suka-sukanya beraktifitas di negeri ini.
“Dia harus ikut aturan main disini. Sepertinya memang ada kejanggalan atas kehadiran warga Pakistan tersebut ditempat itu,” pungkasnya.
Sementara Mahmood belum berhasil dikonfirmasi bn, klarifikasi dan hak jawab Mahmood ditunggu redaksi bn.
(M.SUKMA)



