Perangi Covid-19, RSU Bunda Waru Sidoarjo Terapkan 3M & Pendekatan Persuasif Dokter & Pasien


SIDOARJO, JATIM, BN – Mengenal lebih dekat pelayanan Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Waru dimasa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), selain pihak managemen RS menerapkan prosedur ketat 3 M (Mencuci tangan dengan air mengalir, Memakai masker dan Menjaga jarak /sosial distancing), peran aktif dokter memberikan edukasi melalui penyampaian persuasif semakin digalakkan.
RSU Bunda Waru yang beralamatkan di Jl. Raya Kundi 70, Kundi, Kepuhkiriman, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, semakin intens melakukan hal tersebut dikarenakan rumah sakit type c tersebut menjadi rujukan peserta BPJS Kesehatan, pasien umum dan asuransi swasta.
Ditemui wartawan Koran Investigasi Bidik Nasional & bidiknasional.com Direktur RSU Bunda Waru Sidoarjo dr.Aditya Aridita, SH disela-sela kegiatannya menjelaskan pada prinsipnya selama pandemi RS tetap melayani pasien baik rujukan BPJS Kesehatan, Pasien umum maupun pasien dari asuransi swasta.
“Kebetulan RS kami tidak menjadi rumah sakit rujukan Covid-19.Jadi program pelayanan yang kami lakukan, tetap menerima dan melayani pasien baik rawat jalan ataupun rawat inap,” tutur Aditya di Sidoarjo (27/10/2020).
Ia menegaskan prosedur ketat baik pasien maupun pengantar wajib memakai standard kementrian kesehatan, mencuci tangan dengan air mengalir yang telah disediakan serta menjaga jarak.
“Untuk skrining suhu tubuh dengan thermo gun, kami menyiapkan petugas jaga didepan pintu masuk RS,” terangnya.
Untuk mengurai itu semua lanjutnya, kebijakan rumah sakit juga menerapkan layanan online.Masyarakat dapat memanfaatkan pendaftaran online melalui aplikasi Mobile JKN milik BPJS Kesehatan.
“Jika masyarakat memiliki aplikasi Mobile JKN baik yang hendak melakukan rawat inap,rawat jalan, termasuk didalamnya terdapat kanal antrian online, ketersediaan kamar atau bed ruangan, jadwal operasi, dan konsultasi dokter. Bahkan rumah sakit sekarang telah melalui bridging sistem tersebut hingga jadwal operasi pasien,” tegasnya.
Sosialisasi terus disampaikan kepada masyarakat sambungnya, terkait website RSU Bunda, aplikasi yang telah terintegrasi dengan BPJS kesehatan.

Humas dan marketing selalu menyebarkan brosur atau liflet, aplikasi hallo bunda, Instagram dan facebook sebagai sarana menyampaikan informasi.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai jumlah pasien terbanyak, Aditya mengatakan hingga saat sekarang jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menduduki peringkat tertinggi kurang lebih 80% persen kunjungan. Sisa 20% dibawahnya adalah pasien berstatus umum dan pasien asuransi swasta.
“Sebagai informasi Pendaftaran Online RSU Bunda saat ini silahkan download melalui aplikasi “Hallobunda” mudah dan simple. Aplikasi ini tersedia di Playstore telpon genggam atau android. Jika ada kendala dalam pendaftaran silakan telp call center kami di 0857-9033-3472, 0822-3214-0899 atau WA di nomor 0812-3023-3044,” pinta Aditya.
Selain itu, dimasa kebiasaan hidup baru ini kata Aditya, RSU Bunda terus memaksimalkan pendekatan persuasif antara dokter dan pasien.
“Pesan pribadi dokter yang merawat pasien akan lebih mengedukasi,” pungkasnya.(boody)



