Kurang Lebih 23 Sekolah SLTP Dijadikan Ruang Isolasi Covid-19


JOMBANG, JATIM, BN – Sekitar kurang lebih 23 sekolah tingkat SLTP di Kabupaten Jombang kembali menjadi tempat isolasi pasien terpapar Covid-19. Oleh sebab itu dari grafik penyebaran kasus terkonfirmasi positif Covid 19 di Jombang semakin tinggi.
Selain itu sejumlah rumah sakit yang overload menangani pasien membuat beberapa gedung sekolah di Kota Santri, menjadi opsi sementara untuk ditempati menjadi ruangan isolasi.
Saat itu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jombang, Agus Purnomo mengatakan, setiap kecamatan ada satu gedung sekolah yang akan dijadikan ruang isolasi. Ruang isolasi tersebut nantinya akan dipakai, untuk merawat pasien tanpa gejala dan gejala ringan.
Lanjutnya lagi, “Ada yang pakai aula, ruang kelas, UKS dan ruangan lainnya di sekolah,” katanya, Senin (26/7/2021).
Maka dari itu keputusan menggunakan ruangan gedung sekolah ini disebabkan, kondisi ruang rawat inap di rumah sakit rujukan penuh. Sebab pada kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring, sehingga untuk sementara aset sekolah masih digunakan untuk isolasi.
Dikatakannya lagi, “Sarana seperti bed, kasur pasien disediakan sekolah. Untuk obat-obatan serta oksigen disuplai dari puskesmas di setiap kecamatan,” ujarnya .
Bahkan aset sekolah di Kabupaten Jombang digunakan untuk isolasi, ruangan yang digunakan terpisah dengan ruangan lainnya. Selain itu untuk akses masuk dibedakan dan setiap ruangan menampung kurang lebih 20 pasien saja. Sementara itu lonjakan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) harus segerah di antisipasi. Sekolah-sekolah dan gedung-gedung pemerintahan yang dekat dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) dapat dikonversi menjadi tempat isolasi darurat bagi yang terjangkit Virus Corona dengan gejala ringan sampai sedang (Tok)



