JATIMSURABAYA

Menteri Agraria/TR akan Terbitkan SHGB Bagi Seluruh Warga Perak Diatas Tanah yang Dikelola Pelindo

Menteri Hadi Tjahjanto di tengah-tengah gang sempit Tlk.Bone Tengah, Kamis (5/01/2023), siang. (Foto: Ak)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Seluruh warga yang menempati tanah dalam pengelolaan Pelindo Regional 3 Jawa di Tanjung Perak secara turun temurun sejak sebelum jaman kolonial Belanda, kini merasa legowo. Pasalnya Menteri Agraria/TR, Laksamana TNI (Purn) Hadi Tjahjanto Kamis (5/01/2023), siang menyatakan, akan menerbitkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) bagi semua warga Perak, di Tanjung Perak, Surabaya dan sekitarnya agar bisa mendapatkan kepastian hukum.

Mantan Panglima TNI 2021 tersebut, langsung berkunjung ke sejumlah rumah warga terutama di Jl.Teluk Bone Tengah dan Jl.Tlk Weda, Tanjung Perak dan sekaligus melakukan dialog dengan ibu-ibu bapak yang sedang duduk santai di depan rumah mereka.

Menteri Hadi Tjahjanto bertanya kepada seorang ibu tua yang menghuni rumah kecil di gang sempit Teluk Bone Tengah tentang pekerjaannya dan dijawab kerja membantu orang di depan sana.

Ibu itu juga menyampaikan keluhannya bahwa selama ini merasa terusik tinggal di tanah pengelolaan Pelindo Tg.Perak dan memohon kepada Menteri Hadi Tjahjanto untuk dibantu. “Ya, berdoa sajalah ya”, ujar Menteri Agraria disambut aamiin sejumlah ibu lainnya.

Sepanjang gang Teluk Bone Tengah yang terlihat sempit dan dipadati rumah warga, Hadi Tjahjanto juga menyapa ibu lain yang tinggal di rumah cukup sederhana dan bertanya, ibu tau ini tanahnya siapa? Ibu itu menjawab tanahnya Pelindo.

Apa harapan ibu-ibu? Dijawabnya hampir sama : Supaya kami memiliki sertifikat. Lanjut Menteri, pihaknya akan mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat. “Berdoalah ya”, pinta Menteri Agraria disambut ucapan aamiin dan terima kasih secara serentak dari warga kampung setempat.

Terkait dengan tanah Pelindo yang sudah dipadati rumah warga, menurut Menteri Hadi Tjahjanto, pihaknya juga akan segera membahas masalah ini dengan menteri BUMN, sebab tanah ini merupakan aset Kementerian BUMN. yang dikelola oleh Pelindo.

“Ya, padat sekali. Sudah tidak ada yang kosong”, ucap mantan Panglima TNI tersebut sambil berjalan berdesakan di gang sempit itu.

Menteri Hadi Tjahjanto dalam kerumunan warga, sambil mendekati pintu sebuah rumah kecil dan bertanya pada penghuni, ibu sudah masak? Siang-siang begini sayur asam dan ikan laut, canda Menteri Agraria. Disahut tertawa ngakak oleh sejumlah warga dan membenarkan saran menteri yang berkumis tebal tersebut.

Kedatangan Menteri Hadi Tjahjanto didamping Dirjen Tata Ruang, Kakanwil BPN Jatim dan Kepala BPN Surabaya 2 Kota Surabaya pada pukul 12.00 WIB sampai 12.13 di wilayah permukiman warga Perak Barat atas undangan pengurus Forum Perjuangan Warga Perak (FPWP) Pelabuhan Tg.Perak itu disambut gembira dan hangat ratusan warga Tg.Perak. Menteri tidak duduk istirahat satu menitpun.

H.Amang, salah seorang pengurus FPWP mengatakan, pihaknya mendatangkan Menteri Agraria agar langsung mengetahui situasi dan kondisi permukiman warga saat ini, sebab warga merasa resah semenjak belasan tahun ini akibat kebijakan Pelindo Tg.Perak yang akan dirasa merugikan warga.

“Tidak gampang warga disini keluar dari Perak, sebab mereka tinggal disini sudah turun temurun sejak sebelum VOC dan kolonial Belanda masuk Indonesia. Dahulu warga kapling-kapling sendiri tanah ini untuk mendapat tempat bangun rumah, seperti yang dilakukan kakek saya”, tandas H.Amang di depan rumah H.Abubakar Jl.Tlk.Weda pada Wartawan BIDIK NASIONAL di menit-menit menunggu kedatangan Menteri Hadi Tjahjanto.

Dikatakan Amang, tanah disini masih atas nama Perumpel III. “Perumpel di bawah langsung Departemen Perhubungan RI waktu itu, dan seharusnya menjadi aset Dephub RI, sedangkan PT.Pelindo tidak serta merta menguasai seperti ini”, tandas pensiunan kantor Otoritas Pelabuhan Tg.Perak itu dengan nada tinggi.

Di pintu masuk rumahnya H.Abubakar, tempat yang disediakan untuk pertemuan warga dengan Menteri Hadi Tjahjanto berdiri puluhan perempuan berhijab seragam ungu, Menteri Agraria itu batal masuk ke halaman rumah itu.

Menteri Hadi Tjahjanto terpaksa melayani pertanyaan ibu-ibu dan menyatakan pihaknya akan mengadakan pembahasan keluhan warga Perak tersebut dengan pihak Kementerian BUMN bersama Pelindo.

“Sabar dan berdoa saja demi kebaikan warga ddisini”, kilah Menteri Hadi disambut yel yel “Hidup Bapak Menteri Agraria”, usai melihat satu gambar foto udara situasi permukiman warga, wilayah Pelabuhan Tg.Perak dan dermaga Kalimas.

Laporan: Ak

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button