Connect with us

Evaluasi Pelayanan TW I FKRTL Dan Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi) BPJS Kesehatan Surabaya

52 views

JATIM

Evaluasi Pelayanan TW I FKRTL Dan Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi) BPJS Kesehatan Surabaya

Dr. Herman Dinata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Surabaya (berdiri)  berikan sambutan awal dalam kegiatan Evaluasi Pelayanan TW I FKRTL & Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi), Jumat (12/04/2019)

SURABAYA, JATIM, BN – Evaluasi Pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) Tri wulan I Tahun 2019 Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Utama (KCU) Surabaya di laksanakan di  Gubeng, Surabaya, Jum’at 12 April 2019, Pagi.

Sejumlah Tim IT,  Tim implikasi, Tim case mix dari 40 FKTRL yang telah terintegrasi melalui Aplikasi Aplicares tahun 2019 hadir memenuhi undangan BPJSK Surabaya.

dr. Dwika Ari, Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Cabang Surabaya menyampaikan beberapa materi bahasan di antaranya, display ketersediaan tempat tidur yang terhubung dengan aplicares, keluhan peserta terkait iur biaya, diskriminasi pelayanan & kuota kamar perawatan, updating rutin ketersediaan TT di aplicares, pengiriman rencana ketersediaan obat (RKO) kepada kemenkes tahun 2019 dan Program Rujuk Balik (PRB).

Dwika Ari menjelaskan tentang display ketersediaan tempat tidur yang terhubung dengan aplicares, 40 RS di Surabaya telah terhubung dengan aplicares untuk display ketersediaan TT.

Hal tersebut merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan 99 tahun 2015, Pasal 22A, yang dijelaskan :

1) Rumah Sakit wajib menginformasikan ketersediaan ruang rawat inap untuk pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

2) Informasi sebagaimana di maksud pada ayat (1) dapat diberikan secara langsung dan/atau tidak langsung.

3) Pemberian informasi secara langsung dilakukan dengan menyediakan fasilitas pelayanan informasi atau di lakukan oleh petugas rumah sakit.

4) Pemberian informasi secara tidak langsung dilakukan melalui papan pengumuman dan/atau website.

“Updating rutin ketersediaan Tempat Tidur (TT) di aplicares wajib dilakukan setiap hari,” terang Dwika.

“Untuk updating ketersediaan tempat tidur sementara bisa mengakses ke alamat https://aplicares.sometek.com/web/, karena link sebelumnya untuk sementara tidak bisa di akses : http://tireg7.net/agent/web ,” imbuh Dwika.

Dwika Ari, menjelaskan keluhan peserta terkait iur biaya : keluhan peserta yang masuk ke BPJSK (aplikasi SIPP, lapor ! care center 1500 400) dalam hal adanya iur biaya. Keluhan iur biaya tidak termasuk untuk peserta yang menggunakan poli eksekutif maupun peserta perawatan yang naik.

Keluhan peserta terkait diskriminasi pelayanan :  keluhan peserta yang masuk ke BPJSK (aplikasi SIPP, lapor ! care center 1500 400) dalam hal adanya perbedaan / diskriminasi pelayanan yang di berikan peserta oleh FKRTL.

Keluhan peserta terkait kouta kamar perawatan : keluhan peserta yang masuk ke BPJSK (aplikasi SIPP, lapor ! care center 1500 400) dalam hal adanya pembatasan ruang perawatan bagi peserta JKN-KIS.

Dr. Dwika Ari Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Cabang Surabaya (berdiri)

Pengiriman rencana ketersediaan obat (RKO) kepada kemenkes tahun 2019 kata Dwika, komitmen memiliki dan mengirimkan rencana kebutuhan obat bagi peserta JKN kepada kementrian kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

Bukti pengiriman rencana kebutuhan obat bagi peserta JKN kepada kementrian kesehatan tahun berjalan. Surat pengiriman RKO ke Kemkes melalui monevkatalogobat.kemkes.go.id.

Untuk proses fokus implementasi Program Rujuk Balik (PRB) masih Dwika, diperlukan komitmen FKRTL mulai dari peserta PRB per FKRTL terbagi 2 yaitu peserta di luar data potensi peserta PRB proses SEP dan data potensi peserta PRB dari BPJS kesehatan KC proses SEP dengan flagging potensi PRB.

lalu keduanya lanjut ke proses SRB dari dokter/sub spesialis, masuk tahapan pendaftaran peserta PRB di Vclaim dan menjadi peserta PRB.

Dwika Ari, menambahkan membahas Surat Rujuk Balik (SRB). SRB adalah surat yang di berikan oleh FKRTL untuk merujuk balik peserta ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) dalam rangka melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan peserta dengan penyakit kronis dalam kondisi terkontrol dan stabil.

Proses SRB melalui 4 tahapan ialah diagnosis penyakit, resep obat PRB, keterangan medis lain dan advis pengelolaan penyakit ke FKTP .

Terkait tampilan SRB, data di input di Vclaim oleh PIC PRB berdasarkan resep dan SRB yang di berikan DPJP yang ke semuanya wajib terisi.

Masuk pada materi Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi), Dwika Ari menjelaskan standard pengajuan berkas klaim yang di ajukan harus di susun dengan urutan penyusunan berkas.

Untuk berkas RJTL :

1) Berkas asli meliputi SEP yang sudah di tanda tangani oleh pasien /keluarga pasien, Lembar bukti pelayanan yang mencantumkan Dx dan prosedur & di tanda tangani oleh DPJP dan pasien/keluarga pasien.

2) Softcopy /scan. Meliputi, Hasil pemeriksaan penunjang yang mendukung diagnostic, Resume biaya tagihan RJTL (billing) yang meliputi : biaya konsultasi, pemeriksaan penunjang , obat, BMHP, prosedur/tindakan, dll. Surat kontrol dan luaran aplikasi INA-CBG’s.

Untuk Berkas RITL jelas Dwika, 1) Berkas asli, meliputi SEP yang sudah di tanda tangani oleh pasien/keluarga pasien, Resume medis yang sudah di tanda tangani oleh DPJP.  2) Softcopy/scan, meliputi Surat perintah rawat inap, Laporan tindakan/prosedur, Hasil pemeriksaan penunjang yang mendukung diagnostic, Resume biaya tagihan RITL (billing) yang meliputi : biaya konsultasi, akomodasi, pemeriksaan penunjang, obat, BMHP, prosedur/tindakan dll, dan Luaran aplikasi INA-CBG’s.

Perserta Evaluasi Pelayanan TW I FKRTL & Sosialisasi Elektronik Klaim (Simplifikasi) BPJS Kesehatan Surabaya nampak antusias

Dwika Ari menegaskan Elektronic claim menggunakan Transisi Vedika menuju E-Vedika. Kelebihan Vedika : Kecepatan & akurasi dalam proses verifikasi administrasi klaim, Simplifikasi bisnis proses klaim, Optimalisasi SDM, Kesamaan proses verifikasi (logic terkomputerisasi), Sentralisasi dan digitalisasi proses klaim, Waktu verifikasi terstandarisasi dan Tata kelola dokumen baik.

Setelah melalui transisi transaksi telah lebih baik dan transparan namun : Masih ada proses manual dan masih ada hardcopy.

Menutup pemaparannya Dwika, E-Vedika melalui transaksi data elektronik berbasis e-medical record, Menggunakan referensi medical record terstandard internasional, Logic deteksi digital, Digital signature, No paper, no counting manual dan Fingerprint.

Kepala BPJSK Surabaya Dr. Herman Dinata M mengatakan kegiatan hari ini terbagi dalam dua agenda yakni Evaluasi dari sisi pelayanan  dan Evaluasi dari sisi simplifikasi pengajuan klaim.

“Yang namanya manusia, kalau manual biasa tingkat erornya lebih tinggi di banding jika sudah by system. Artinya data yang ada baik rawat jalan maupun rawat inap itu sama. Jika manual kan bisa jadi sebaliknya karena human error,” kata Herman Dinata ketika di temui BN.

“Hari ini jumlah Rumah Sakit yang hadir 24. Harapan BPJS kesehatan Surabaya ke depan melalui program simplifikasi, pelayanan RS sendiri akan lebih efisien, cepat,  simple dan terstandard. Dari total RS dan klinik utama  yang telah bekerjama dengan BPJSK Surabaya terhitung  50 lebih, sekitar 38 atau 70% mereka sudah bisa melakukan simplifikasi berkas,” tambah Herman.

dr. Win Alphanto perwakilan RS PHC Surabaya

Ditemui terpisah dr. Win Alphanto (sapaan akrabnya dr Win) perwakilan RS PHC Surabaya  (salah satu sumber / pembicara), RS PHC telah bekerjasama dengan BPJSK Surabaya mulai 01 Januari 2014. Ketika RS masih menggunakan data-data manual yang di kirimkan ke BPJS (ketika melakukan klaim), masih sering di temukan kesalahan-kesalahan. Biasanyanya ditemukan pada klaim yang di kirimkan dengan klaim yang di miliki oleh rumah sakit berbeda.

“Melalui sosialisasi simplifikasi yang sekarang dilakukan, kami  RS PHC, alhamdulillah, jika dulu setiap bulan pada tanggal 5 sampai 10 kami wajib menyerahkan berkas klaim, kenyataannya BPJSpun masih sering mengintervensi akibat kesalahan berkas. Namun sekarang, ketika kami sudah melakukan simplifikasi, per tanggal 5 RS PHC sudah menyerahkan klaim tagihan  dan kabar baiknya kami telah jauh mengurangi kesalahan yang kami lakukan dulu,” pungkas Dr.  Win. (boody) 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JATIM

Advertisement




Trending

Advertisement Free counters!
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
To Top
%d blogger menyukai ini: