KAB GOWA, BN SULSEL – Korban penganiayaan SB, Sekretaris Kiwal Kabupaten Gowa yang diduga dianiaya oleh Kepala Desa Toddotoa Kabupaten Gowa terus mendapat simpati lembaga dan Komunitas di Makassar dan siap bergabung dengan lembaga yang tergabung dalam Gerakan Lembaga untuk Subair yang sebelumnya sudah mendampingi pada proses pemeriksaan di Polres Gowa beberapa hari lalu.

Menanggapi pelaporan dan tudingan oleh Sekertaris Kiwal yang juga sebagai warganya membantah keras apa yang di informasikan korban ke beberapa media online.

Kades Toddotoa, Saliruddin Dg Ngalle didampingi Ka Dusun Marodeng, Ibrahim Sitaba di warkop istana Mappala Kab.Gowa angkat bicara, Rabu (21/8/2019)

Diceritakan Saliruddin, persoalan kejadian itu bahwa oknum SB mendatangi salah satu warkop di Kabupaten Gowa dengan pengaruh minuman keras mencari salah seorang oknum (Red). Dengan berbahasa nada agak tinggi sehingga kepala desa memperingatkan warganya yang juga sebagai Sek Kiwal,” ungkapnya

Sambungnya, entah apa alasan Subair tiba-tiba naik pitam dan sempat beradu fisik. Kejadian itu diliat langsung oleh beberapa penghuni warkop, dan spontanitas saya selaku kades mengingatkan agar tidak emosi justru malah memukul dirinya selaku desa.

Pelaporan korban ke Polres, sebelumnya kami juga telah melaporkan Subair ke polsek dan di ambil oleh polsek lantaran juga melakukan penganiayaan oleh dusun Marketing,” tegas Pak desa Toddotoa

Hal serupa diutarakan Ka.Dusun Marodeng, Ibrahim Dg Sitaba, bahwa kejadian korban terlebih dahulu melakukan penganiayaan, emosi yang diluapkan oleh korban tentu kami selaku perpanjangan tangan pemerintah sangat menyayangkan, apalagi Subair adalah warga desa Toddota,” ungkapnya.

Diketahui pula, Subair didampingi Lembaga dan Komunitas di Makassar menyatakan dukungannya diantaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Front Pemuda Bersatu, Garda 145 dan siap bersama dengan 20 lembaga Ormas dan LSM.(**)

Editor : | BN Online | Dny