JATIM

Desa Kesilir Banyuwangi Mulai Salurkan BLT DD

BANYUWANGI, JATIM, BN-Pemerintah Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi mulai menyalurkan bantuan langsung sembako yang diambil dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah (ABPD) kabupaten Banyuwangi dan BLT Dana Desa, Rabu (20/5/2020).

Supriyono Kepala Desa Kesilir mengatakan, pembagian insentif untuk RT/RW selama 5 bulan merupakan kerjasama Pemdes dengan bank Jatim.

“Jadi yang memberikan uang insentif RT/RW Bank Jatim langsung. Besuk hari Kamis tanggal 21 Mei 2020 penyerahan Bansos BLT dari Kemensos. Sedangkan penyerahan BLT-DD pada tanggal 28 Mei 2020 hari raya Idul Fitri ke-4 masih proses administratif dengan Bank Jatim,” katanya.

Menurut Supriyono, Untuk BLT-DD desa Kesilir menganggarkan Rp 354 juta yang menerima BLT-DD 197 KK per KK mendapat Rp 600 ribu.

Sedangkan Bansos Sembako dari pemerintah daerah kabupaten Banyuwangi yang bersumber dari ABPD kami serahkan hari ini Rabu tanggal 20 Mei 2020.

Penerima bansos tersebut berjumlah 100 paket untuk 100 KK dan 1 paket yaitu, Beras 10 Kg, minyak goreng 1 liter, 5 kaleng Sarden, dan1 kardus Sarimi.

Lanjutnya, setiap pengambilan Bansos sembako APBD antri dengan tertib. Selain itu harus memakai masker dan membawa undangan, KK, e-KTP yang telah diberikan oleh Pemdes Kesilir.

“Saya salut dengan bapak Sukimin RT 05 RW 01 menolak Bansos BPNT dari Kemensos karena merasa sudah mampu dan Pemdes membuat berita acara terkait Bansos tersebut untuk diberikan kepada yang lebih berhak menerimanya,” katanya.

Untuk validasi data dilakukan secara saksama agar tidak terjadi tumpang tindih penyaluran bantuan. Selain Bansos yang tersebut diatas, ada tambahan Bansos dari buruh Migran khususnya dari Hongkong yang sangat peduli pada warga masyarakat desa Kesilir untuk berbagi rezeqi yang terdampak COVID-19 Warga yang kurang mampu.

Mereka memberikan sembako 30 paket yang dikoordinir B Yanti, dari bapak Maskur 200 paket sembako, dan dari pengusaha lokal 69 paket sembako.

Sembako tersebut akan diberikan pada warga yang kurang mampu, selain itu mereka belum terkafer oleh Bansos pusat, Kemensos dan provinsi.

Supriyono menjelaskan, Bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa segera dibagikan. Validasi data menjadi perhatian agar tidak terjadi pemberian bantuan yang tumpang tindih, bahkan salah sasaran.
Dalam peraturan tersebut, untuk pagu dana desa kurang dari Rp 800 juta, alokasi BLT ditetapkan 25 persen dari dana desa.

Sementara untuk pagu Rp 800 juta hingga Rp 1,2 miliar, maka alokasi BLT sebesar 30 persen. Adapun pagu dana desa di atas Rp 1,2 miliar, alokasinya ditetapkan 35 persen.
Penerima BLT adalah warga miskin yang belum pernah menerima bantuan dari pemerintah dalam bentuk lain.

”Saya instruksikan tim penyaluran bansos khusus dilakukan sesegera mungkin. Tak kalah penting, bansos khusus harus tepat sasaran, diberikan kepada keluarga miskin dan rentan miskin. Mekanisme penyaluran harus sederhana dan praktis, tak berbelit-belit,” pungkasnya. (Jojo BN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button