Lagi, Warga Palembang Meninggal Karena Covid 19


PALEMBANG, SUMSEL, BN-Lagi, warga Palembang meninggal dunia akibat positif Covid-19, Senin (25/5) kemarin. Kali ini menimpa salah satu pedagang buah di Pasar Kebun Semai Palembang.
Dari pantauan di lapangan, terlihat suasana sepi tak nampak ada aktifitas pedagang dan pembeli seperti biasanya. Hal ini dikarenakan, adanya penutupan pasar tersebut selama 10 hari kedepan, guna mensterilkan kondisi pasar.
Dipasar juga terlihat hanya ada beberapa pengelola pasar yang sedang memantau kondisi pasar, pasca kejadian Covid-19.
Menurut pengelola pasar Kebun Semai yang enggan disebut namanya mengatakan, pasar Kebun Semai ditutup selama 10 hari kedepan mulai dari tanggal 26 Mei sampai 6 Juni 2020.
“Kita dapat perintah dari Sekda kota Palembang, Ratu Dewa bahwa seluruh karyawan pasar Kebun Semai, tukang parkir dan tukang kebersihan lebih kurang 20 orang akan melakukan rapit tes hari ini di Puskesmas. Setelah karyawan pasar barulah seluruh pedagang yang totalnya ada 300 orang akan melakukan juga rapit tes secara bergilir,” ujarnya saat ditemui di pasar Kebun Semai, Selasa (26/5).
Ia juga mengatakan, setelah mendapat kabar ada salah satu pedagang yang meninggal akibat positif Covid-19, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) langsung melakukan menyemprot disinfektan diarea pasar tersebut.
“Sebagian area pasar kemarin sudah disemprot disinfektan oleh Dinkes. Dan upaya selanjutnya, ya mensterilkan kondisi pasar dulu, jangan sampai ada yang terjadi lagi,” terangnya.
Menurutnya, yang meninggal akibat Covid-19 adalah wanita yang berusia 53 tahun. Ia berdagang di pasar Kebun Semai sebagai pedagang buah. Lanjutnya, korban juga terdapat penyakit pendukung, yakni diabetes.
Berdasarkan info yang ia dengar, korban ada penyakit diabetes juga. Dan kondisi korban semakin menurut dibawa lah oleh keluarganya ke rumah sakit, namun ditolak dua rumah sakit di Palembang. Sehingga korban dibawa ke Rumah Sakit Pusri dan meninggal di IGD Pusri sebelum swab tes.
“Iya, meninggalnya di Rumah Sakit Pusri dan langsung di makamkan di Gandus sesuai protokol kesehatan,” bebernya.
Sementara itu, Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19, Prof Yuwono membenarkan, bahwa ada salah satu warga Palembang yang meninggal karena Covid-19.
“Iya korban berusia 53 tahun, dan meninggal suspect Covid-19. Dimakamkan pukul 14.00 kemarin sore. Belum sempat di swab karena pasien baru datang di IGD Rumah Sakit Pusri. Riwayat penyakit sebelumnya Diabetes Melitus (DM) & hipertensi,” terangnya.
Ia menyarakan, untuk warga Palembang khususnya para tetangga korban untuk tetap tenang dan tetap jaga jarak.
“Saran saya, semua tetangga tenang dam tetap jaga jarak. InshaAllah Dinkes akan tracing (melacak, red),” tutupnya. (maspri).



