JATIM

MTsN 2 Kota Kediri Kembali Cetak Pelajar Berprestasi di Tingkat Nasional maupun Internasional

KEDIRI, JATIM, BN- Prestasi gemilang diraih kembali oleh siswa siswi MTsN 2 Kota Kediri. Di tahun 2020 MTsN 2 kembali mencetak generasi-generasi yang berbakat.

Muhammad Adi Brata bersama Syifa’ dan Kayla yang raih prestasi akademis, serta Nafisa Rizki Arinandita Juara 1 Pidato Bahasa Inggris tingkat SMP.

Muhammad Adi Brata Tata Negoro Saputra, siswa kelas IX MTsN 2 Kota Kediri membanggakan madrasahnya. Ia berjaya dalam lomba matematika tingkat internasional.

Pada tahun ini, Adi mampu meraih IKMC (International Kangaroo Math Contest) Gold, SASMO (Singapore & Asian Schools Math Olympiad) Gold , AIMO (Asian International Math Olympiad) Silver, Math Factorial Gold, HKIMO (Hong Kong International Math Olympiad) Silver, AMO (American Math Olympiad) Silver.

Sejak kelas 6 SD, Adi memang sangat menyukai matematika. Bahkan, remaja ini terbiasa mengeksplorasi soal-soal yang rumit. “Ketika bosan, biasanya saya mengerjakan soal-soal matematika sambil mendengarkan musik”, ungkapnya.

Setiap hari, Adi mengikuti les matematika 1-3 kali. Karena kegigihannya dia berhasil meraih berbagai prestasi tingkat nasional maupun internasional. Olimpiade matematika terbaru yang diikuti diselenggarakan oleh SEAMO. Dari 100 peserta, Adi meraih medali perak.

“Dalam satu hari biasanya saya selesaikan satu babak. Waktunya 90 menit dengan 20 pilihan ganda dan 5 isian”, paparnya.

Teknis lombanya tidak sama seperti biasa ketika sebelum terjadi pandemi korona. Sebab pada olimpiade SEAMO kali ini dilakukan secara online. “Ketika mengerjakan depan belakang saya harus ada kamera. Hal ini dilakukan sebagai aturan bahwa siswa benar-benar jujur mengikuti olimpiade”, jelasnya.

Tetapi teknis olimpiade seperti ini bagi Adi lebih mudah. Alasannya, karena tidak harus pergi ke luar negeri.

Kepala MTsN 2 Kota Kediri Drs. Hadi Suseno M.Pd. melalui Humasnya Ibu Sukarti mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. “Alhamdulillah anak-anak bisa mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional maupun internasional”, tuturnya.

MTsN 2 Kota Kediri telah menyandang sebagai madrasah riset karena prestasi-prestasi yang diraih para siswa.

Tak hanya Adi, pelajar lainnya juga menorehkan prestasi membanggakan yaitu Mauhibatus Syifa’ dan Kayla Nuansa Ceria menjadi finalis LKIR yang digelar LIPI.

Kehidupan capung menarik perhatian Mauhibatus Syifa’ dan Kayla Nuansa Ceria, siswa MTsN 2 Kota Kediri. Capung yang dulu biasa terbang rendah dan sekarang sudah jarang terlihat ini ternyata sangat tergantung pada kondisi air.

Berawal dari ketertarikan terhadap satwa inilah Syifa’ dan Kayla lantas mengaitkannya dengan pengaruh terhadap lingkungan. Mereka pun terbesit ide untuk meneliti tentang pencemaran air melalui analisis tingkat perkembangan capung.

“Kegiatan penelitian itulah yang diikutkan dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) bidang ilmu pengetahuan hayati,” kata Kayla.

Lomba karya ilmiah ini diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Di madrasahnya, Syifa’ dan Kayla terpilih menjadi wakil. Kedua siswi MTsN 2 Kota Kediri ini mewakili sekolahnya dalam bidang ilmu pengetahuan hayati.

Sebelumnya, pada tahun 2019 Syifa’ dan Kayla telah menjadi finalis dalam kompetisi ilmiah yang diikuti siswa tingkat SMP dan SMA. Kemudian pada tahun 2020 ini, dua murid MTsN 2 Kota Kediri tersebut juga masuk sebagai finalis LKIR LIPI.

Awalnya, Syifa’ dan Kayla dapat mengikuti lomba karya ilmiah LIPI ini bermula saat lomba presentasi untuk memperingati milad MTsN 2 Kota Kediri. Saat itu mereka berhasil mempresentasikan karya tulis tentang obat antinyamuk.

Dari kegiatan itulah terbukti presentasi yang diadakan bulan bahasa akhirnya memunculkan nama Syifa’ dan Kayla. Keduanya menjadi salah satu kelompok yang mampu mengharumkan nama MTsN 2 Kota Kediri di tingkat nasional.

Waktu itu, pada tahun 2019 mereka melakukan riset yang berjudul “Potensi Kulit Buah Langsat sebagai Sediaan Topikal Anti-Nyamuk Aedes Aegypti”. “Ini adalah salah satu dari 12 proposal yang lolos menjadi finalis dari 1.900 proposal yang terseleksi,” ungkap Kayla.

Selanjutnya pada tahun 2020 ini karena ada pandemi korona, lomba karya ilmiah tersebut diadakan secara online. Syifa’ dan Kayla yang mewakili madrasahnya kembali mengirimkan hasil penelitian mereka tentang Identifikasi Pencemaran Air di Daerah Industri Rokok melalui Analisis Tingkat Perkembangan Capung.

Hasilnya, seperti tahun lalu penelitian mereka tahun ini pun lolos menjadi finalis dalam ajang tingkat nasional yang diikuti para siswa SMP dan SMA. Menurut Syifa’, kebersihan lingkungan menjadi faktor penting untuk kehidupan makhluk hidup.

“Capung dapat menjadi salah satu indikator kebersihan lingkungan. Ada 10 sungai yang menjadi tempat penelitian kami”, urainya.

Proses penelitian Syifa’ dan Kayla dimulai dengan mencari capung terlebih dulu. Kemudian, mereka mengambil sampel air sungai yang akan diteliti. “Tentu sebelumnya kami juga menyiapkan alat dan bahan penelitian”, imbuh Kayla.

Setelah kebutuhan itu tersedia, Kayla dan Syifa’ melakukan penelitian di sekolahnya. “Setiap 3 jam sekali akan kami lihat bagaimana perkembangan capung tersebut. Ternyata, beberapa jam ada yang sudah mati. Tapi, ada juga yang bisa bertahan hidup sampai 24 jam”, papar Kayla.

Pembimbing Karya Ilmiah MTsN 2 Kota Kediri Enik Kurniawati mendampingi siswanya dengan sabar. Ia selalu mengawasi aktivitas penelitian mulai dari proses di lapangan sampai penyelesaian laporan. “Terakhir tanggal 2 November 2020 nanti akan kami unggah di website LIPI”, tandasnya. (nyoto)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button