29/11/2021

BIDIK NASIONAL

Berita Investigasi

Proyek Milyaran Rehab Saluran Drainase Kramatsari Diduga Rawan Penyimpangan

3 min read

Pemasangan U-ditch tanpa dikuras lebih dulu airnya

PEKALONGAN, bidiknasional.com – Pekerjaan rehab saluran drainase Kramatsari di Jl.Angkatan 66, Jl.AMD Kramatsari dan Jl.Teuku umar Pekalongan Barat, Sumber Dana APBD Kota Pekalongan Tahun 2021, Nomor kontrak : 614.22/1529, Tanggal kontrak 27 Agustus 2021, Pelaksana CV.Tias Jaya, dengan nilai kontrak Rp.1.759.037.000,- terkesan asal jadi.

Dari pantauan awak media di lokasi, saat pekerjaan pemasangan U- ditch di Jl.Angkatan 66 pemberian sirtu (pasir batu-red) dengan ketebalan 20 cm, adapun fungsi sirtu sebagai dasaran atau landasan penyangga Uditch, diduga tidak sesuai spek, karena saat pemasangan U-ditch tanpa dikuras lebih dulu air nya, sehingga tidak terlihat ketebalannya karena kedalaman tergenang air.

Pemasangan U-ditch, bukannya diberi sirtu melainkan batu besar yang ditempatkan di bawah untuk penyangga.

Hal yang sama juga ditemukan saat pengerjaan di Jl.Teuku Umar, masih satu anggaran tetapi beda pelaksanaan pekerjaan.

Pekerjaan pasangan batu belah ketika pengadukannya menggunakan manual dengan cangkul, tanpa alat molen dan pemasangan batu pondasi tanpa dikuras lebih dahulu sehingga patut dipertanyakan kualitas mutunya.

Ditemui dilokasi salah satu pekerja mengatakan, untuk pekerjaan baru berjalan hampir satu bulan, terkait adukan emang tidak menggunakan alat molen dan
untuk pelaksana dan pengawas sedang tidak berada di tempat.

Direktur CV Tiyas Jaya, Handison ketika dikonfirmasi wartawan melalui selulernya menjawab, mengarahkan untuk menghubungi Gogon yang diakuinya sebagai kongsi kerjanya.

Terpisah, (9/10/21), Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) Kota Pekalongan , Khaerudin selaku Pejabat Pembuat komitmen (PPK) saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, “untuk spek pekerjaan,Jadi dibawah dikasih sirtu dengan ketebalan 20 cm, baru ditumpang U ditch di atasnya,” ujarnya.

Kemudian kata dia, sebelum pekerjaan diadakan dewatering atau metode pekerjaan tidak di Kisdam, air yang ada di saluran dibuang terlebih dahulu sebelum dikasih sirtu, untuk memudahkan walaupun pada metode pekerjaan dalam SPK (Surat Perintah Kerja) tidak menyebutkan.

Dijelaskannya, pengeringan itu dipersyaratkan ketika misalnya ada pasangan beton di bawah memang harus dikeringkan, karena dibawah nya berupa sirtu jadi tidak perlu pengeringan 100 persen. Makanya dikurangi volume untuk memudahkan.

” Yang jelas hasil pekerjaan harus sesuai spek yang sudah di tentukan, dari itu ketinggian dari permukaan kemiringan,” ujarnya

Ditambahkannya, untuk material sendiri, nanti ada cek masing masing, untuk pasangan ada cek mortal ,untuk U-ditch ketika datang kesini sudah di cek masing-masing memenuhi atau tidak.

Dijelaskannya lagi, terkait cara cek ketebalan sirtu didalam air, ketika awal existing saluran dikeruk, setelah dikeruk di ukur pakai meteran. Dikeruk sampai dasaran, setelah ke dalam memenuhi baru diberi sirtu, nanti total dengan ketinggian U-ditch bisa di lihat.

Masih Khaerudin, mengenai pekerjaan saluran di JL.Teuku Umar volume panjang 129,5 Meter, tinggi total 1,8 meter terkait kedalaman pondasi 60 cm, dia menerangkan, untuk pemasangan galian pondasi harus dikisdam (dikeringkan lebih dahulu bila berair-red).

“Adukan harus pakai alat molen, itu sudah saya sampaikan memang kemarin gak pakai molen dengan alasan kesulitan kelokasi, tapi saya tidak mau tahu sudah tanggung jawab pelaksana akhirnya bisa didatang kan,” paparnya.

Terkait sanksi sambungnya,” jadi nanti ketika pemeriksaan terakhir ada uji tes, jika tidak memenuhi kita tidak di bayar. Terkait kemarin tidak pakai molen emang benar,” imbuhnya.

” Nanti saya konfirmasi pelaksana dan pengawasnya dulu, saya harus tahu persis dulu di lapangan seperti apa plus keterangan dari pengawas dan Pelaksana, baru bisa komentar tetapi harus tahu kondisi riil di lapangan seperti apa” tutupnya. (Dikin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Enesysone Group Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.