Wali Murid Keluhkan Menu MBG Berbau Busuk di TK Masyitoh Dekoro Pekalongan

Menu makanan berbau busuk yang dikeluhkan walimurid (Dikin)
KOTA PEKALONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu taman kanak-kanak di Kota Pekalongan menuai keluhan dari sejumlah orang tua murid. Mereka mengaku menemukan salah satu menu makanan yang dibawa pulang anak-anak dalam kondisi berbau tidak sedap seperti basi alias busuk sehingga sudah tidak layak untuk dikonsumsi.
Keluhan tersebut disampaikan Aswan (bukan nama sebenarnya), orang tua murid TK Masyitoh Dekoro yang berada diwilayah Kelurahan Setono Dekoro, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan.
Peristiwa itu terjadi setelah pihak sekolah menerima distribusi menu MBG pada pagi hari. Seperti biasanya, makanan tersebut dibagi kemudian dibawa pulang oleh para siswa untuk dikonsumsi di rumah.
Namun saat kemasan makanan dibuka, keluarganya mendapati aroma tidak sedap dari salah satu lauk yang diberikan.
“Ketika makanan dibuka di rumah oleh istri saya, tercium bau yang tidak sedap seperti bau busuk. Istri saya sempat mencicipi sedikit dan rasanya memang sudah tidak enak,” ungkap Aswan kepada wartawan, Jumat (5/6/2026).
Ia menerangkan, menu yang diterima saat itu terdiri dari olahan tahu, tempe goreng, sayur jagung dan wortel serta nugget. Dari seluruh menu tersebut, nugget disebut menjadi bagian yang paling bermasalah karena mengeluarkan aroma menyengat.
“Yang baunya paling menyengat itu nuggetnya. Karena baunya tidak sedap, anak saya akhirnya tidak mau makan,” katanya.
Aswan mengatakan, kejadian tersebut menjadi yang pertama kali dialaminya sejak program MBG berjalan di sekolah tersebut.
“Kalau sebelumnya menurut saya tidak pernah sampai bau seperti ini. Baru kali ini ada makanan yang menurut saya tidak layak untuk dikonsumsi anak-anak,” ujarnya.
Keluhan serupa, lanjut dia, juga sempat menjadi pembahasan di antara para wali murid. Meski demikian, masing-masing orang tua memiliki respons yang berbeda terkait kondisi makanan yang diterima anak-anak mereka.
“Kami sesama orang tua memang saling berkomunikasi. Sejauh yang saya tahu ada juga yang mengeluhkan hal yang sama,” ungkapnya.
Karena makanan dibawa pulang ke rumah, kondisi makanan baru diketahui setelah dibuka oleh orang tua masing-masing. Hal itu membuat para wali murid tidak bisa langsung melakukan pengecekan bersama saat makanan diterima di sekolah.
Aswan mengaku bahwa orang tua tidak berani menyampaikan protes. Mereka hanya menunggu adanya tindak lanjut maupun pemeriksaan dari pihak terkait untuk memastikan penyebab makanan tersebut berbau tidak sedap.
“Kami sebenarnya merasa dirugikan karena anak-anak yang menjadi penerima manfaat justru tidak bisa menikmati makanan itu. Kami berharap ada pengecekan atau sidak dari pihak yang berwenang agar diketahui penyebabnya,” katanya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pihak penyedia makanan dalam program MBG tersebut karena makanan biasanya langsung dikirim ke sekolah sebelum dibagikan kepada siswa.
Terkait penyebab makanan berbau tidak sedap, Aswan tidak ingin berspekulasi. Namun sebagai orang tua murid, ia berharap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar diperhatikan karena menyangkut kesehatan dan keselamatan peserta didik.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak bisa lebih diawasi,” pungkasnya.
Sementara penyedia MBG yang menyajikan menu tersebut belum berhasil dikonfirmasi bn.com. (dikin)



