Kecewa Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Degayu Patungan Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Kaos biru topi coklat Asgianto (42) ketua RW 04 Kelurahan Degayu diwawancarai awak media dilokasi perbaikan jalan paving block menggunakan dana swadaya.(Dikin)
PEKALONGAN, BIDIKNASIONAL.com – Kekecewaan terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur lingkungan mendorong warga RW 04, Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, turun tangan memperbaiki jalan paving block yang rusak secara mandiri, Jumat (12/7/2026).
Bermodalkan semangat gotong royong dan dana hasil swadaya masyarakat, warga bahu-membahu memperbaiki akses jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan tanpa adanya realisasi perbaikan dari Pemerintah Kota Pekalongan.
Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan warga RW 04. Sekitar dua tahun lalu, kegiatan serupa juga pernah dilakukan di wilayah RT lain dalam lingkup RW yang sama. Langkah swadaya itu muncul sebagai bentuk kepedulian warga terhadap keselamatan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus menjadi cerminan kekecewaan atas lambannya respons pemerintah terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Ketua RW 04 Kelurahan Degayu, Asgianto (42), menegaskan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan kali ini sepenuhnya menggunakan dana masyarakat tanpa bantuan pemerintah.
“Kami masyarakat melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan di lingkungan kami yang sudah lama rusak dengan menggunakan dana swadaya. Tidak ada campur tangan dari pemerintah,” ujar Asgianto kepada awak media di lokasi kegiatan.
Menurutnya, warga sebenarnya telah berulang kali mengusulkan perbaikan jalan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan. Namun hingga kini usulan tersebut belum juga membuahkan hasil.
“Karena belum ada perbaikan dari pemerintah, akhirnya kami mengambil inisiatif untuk memperbaiki sendiri bersama masyarakat melalui swadaya,” katanya.
Ia menjelaskan, kondisi jalan yang rusak cukup membahayakan pengguna jalan. Selain menjadi akses yang kerap dilalui kendaraan roda empat, kawasan tersebut juga rawan tergenang banjir saat hujan turun sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
“Akses jalan ini sering dilewati kendaraan roda empat. Kalau hujan, jalan juga rawan banjir dan bisa menyebabkan kecelakaan,” tegasnya.
Asgianto mengaku bangga melihat kekompakan dan kepedulian warga yang masih menjunjung tinggi nilai gotong royong di tengah keterbatasan. Meski demikian, ia berharap pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kekompakan warga. Namun kami juga berharap ada respons dan sentuhan pembangunan dari pemerintah terhadap usulan masyarakat, sehingga ke depan warga tidak harus terus-menerus mengeluarkan dana pribadi untuk memperbaiki fasilitas umum yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.
Aksi swadaya warga Degayu ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan masih kuat di tengah masyarakat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi sinyal bahwa masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur hingga ke tingkat lingkungan permukiman. (Dikin)


