
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd ( Foto: Aini)
MATARAM, BIDIKNASIONAL.com – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Dr. H. Aidy Furqan, M.Pd saat ditemui di ruangannya mengatakan bahwa tahun ini Dikbud NTB mempunya beberapa program unggulan, yang pertama adalah Iconnet.
Dimana Iconnet sendiri adalah aktifitas istimewa sekolah yang berbasis teknologi polanya adalah podcast dan broadcast, disini siswa bisa berkesempatan menjadi menjadi reporter, dan siswa bisa membaca berita, itu salah satu alasan mengapa Iconnet kami perlukan.
“Iconnet sendiri sudah dilaunching bapak Gubernur NTB pada tanggal 15 Desembwr 2022 di Lombok Utara waktu gelar budaya saat itu.” Jelas Kadis Dikbud NTB.
Dalam program yang kedua Dikbud NTB mengambil bagian ikut berperan menuntaskan stunting pada program terbaru kami namanya bakti stunting, dimana stunting adalah keikutsertaan masyarakat, orang tua wali dan siswa mengambil bagian untuk membantu anak-anak yang tidak mampu dan kita beri nama stunting dengan formula.
“Contohnya seperti menyumbang telur,telur ayam jadi satu biji telur disumbang oleh satu org siswa 3 bulan sekali,kenapa 3 bulan sekali? karena yang terinvensi pada zona-zona dan tempat mereka itu tidak terlalu banyak tapi mereka yang stunting itu memang rata-rata berasal dari keluarga kurang mampu, sekolah sudah melakukannya mulai desember yang lalu dan kita integrasikan dgn program sabtu budaya.” Jelasnnya.
Aidy lanjut menjelaskan bahwa setiap sabtu anak-anak di Sekolah itu misalnya 3 kelas, 3 kelas bulan ini dapatlah satu kelas 30, 2 orang atau 34 orang dapat 100 telur bulan ini, 100 telur bawakan ke posyandu keluarga, keluarga sasarannya siapa, dan 100 ini oleh anak-anak stunting itukan hanya pasti 1 bulanan yang dihabiskan, nah bulan berikutnya kelas a,b,c bulan ini bulan berikutnya d, e ,f 3 kelas lagi 100 lagi, kelas berikutnya 3 bulan, maka dia kembali ke kelas a itu lagi sekitar 3-4 bulanan lagi, jadi kita gilir. Ini namanya bakti stunting maka saya membuat M.O.U ini dgn dinas kesehatan.” tutupnya.
Laporan: Aini
Editor: Budi Santoso



