BANYUWANGIJATIM

Jelang Nataru dan Harjaba, Disbudpar Banyuwangi Persiapkan Destinasi Wisata dan Seni Budaya

Kepala Disbudpar Banyuwangi Taufik Rohman, MSi (Foto: Dj BN Banyuwangi)

BANYUWANGI, BIDIKNASIONAL.com – Jelang (Nataru) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 juga (Harjaba) Hari Jadi Banyuwangi ke- 253, tanggal 18 Desember 2024, (Disbudpar) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program kegiatan mulai kesenian, seni lukis, seni tari, seni budaya, dll. serta destinasi wisata, keindahan, kenyamanan, keamanan tempat wisata.

“Terimakasih, dalam waktu dekat ini, yaitu Kuwung tampilan seni budaya khas Banyuwangi, ada 5 tampilan dan dibagi dalam 5 distrik, 4 atau Kecamatan, pelaksanaannya tanggal 7 Desember 2024 sekira pukul 19.00 Wib (7 malam) di Maron Genteng, masyarakat bisa menyaksikan pagelan Kuwung dalam rangka Hari Jadi Banyuwangi, dan jelang Natal dan Tahun 2025, kita akan mengumpulkan teman-teman pelaku Wisata, baik destinasi wisata, hotel dan restoran, kita yakin di akhir tahun 2024 ini wisatawan sangat banyak datang ke Banyuwangi, mulai persiapan dalam menjamu keamanan, safetynya, harus diperhatikan Sapta Pesona, sehingga wisatawan tetap nyaman, aman selama di Banyuwangi dan harapannya wisatawan bisa datang kembali di Banyuwangi” jelas Taufik Rohman, MSi selaku Kepala Disbupar Kabupaten Banyuwangi kepada Wartawan bidiknasional.com Senen pagi (2/12/2024)

“Hari Jadi Banyuwangi pada 18 Desember 2024, puncaknya Upacara, menggunakan pakaian adat 6 suku yang ada di Banyuwangi, yaitu suku osing, jawa, madura, bali, bugis, cina dan arab, untuk memeriahkan Hari Jadi Banyuwangi ke- 253, dan tentunya Upacara diikuti oleh anak-anak Sekolah, dan hari ini Senen ada pameran kesenian, seni lukisan, sarasehan, ada gesah budayawan mulai malam minggu kemarin selama 2 minggu kedepan di Gedung Juang, dan kami menghimbau peserta didik bisa datang, edukasi, ada proses pembuatan patung, proses cara melukis, alhamdullilah.. Banyuwangi b8sa dikatakan miniatur Indonesia, bermacam-macam agama, suku, budaya, sampai sekarang guyup rukun, tetap dipertahankan jaga kerukunan di Banyuwangi”, pungkasnya.

Laporan: Dj

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button