JATIMSIDOARJO

Komisi VII DPR RI Dorong BPIPI Tingkatkan Promosi Produk IKM Persepatuan Binaannya

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, (tengah). (Foto: Teddy Syah/Bidiknasional.com)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mendorong Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) agar semakin intensif dalam mempromosikan produk-produk hasil karya pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) binaannya, khususnya produk alas kaki. Upaya ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk lokal di tengah dominasi produk luar negeri di pasar domestik.

Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI, Rahayu Saraswati, menyampaikan dorongan tersebut saat melakukan kunjungan ke sentra industri sepatu dan kulit yang berada di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Senin (14/4). Menurutnya, penguatan promosi terhadap produk-produk IKM sangat penting agar produksi lokal mampu memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri secara optimal.

“BPIPI kami dorong untuk tidak hanya melakukan pembinaan, tetapi juga aktif memperluas jangkauan pemasaran produk dasar kaki dari para pelaku IKM binaannya. Dengan begitu, produk lokal memiliki kesempatan lebih besar untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujar Rahayu dalam keterangannya.

Rahayu menegaskan bahwa BPIPI memiliki peran yang sangat krusial dalam pengembangan industri persepatuan nasional. Peran tersebut mencakup pelatihan sumber daya manusia agar memiliki keterampilan teknis, riset dan inovasi dalam desain serta bahan baku, hingga penguatan sistem produksi berbasis teknologi yang efisien dan berkelanjutan.

BACA JUGA : GUBERNUR KHOFIFAH PASTIKAN PERBAIKAN AKSES JALAN CANGAR PACET SEGERA SELESAI

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya sinergi antara BPIPI dengan pelaku industri persepatuan yang tersebar di wilayah Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu sentra industri sepatu dan tas berbahan kulit yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Jika kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri dapat berjalan dengan sinergis, maka produk IKM tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga bisa memiliki kualitas dan daya saing yang mumpuni untuk bersaing di tingkat nasional,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rahayu juga menyoroti pentingnya meningkatkan penyerapan produk lokal oleh pasar dalam negeri. Menurutnya, optimalisasi konsumsi produk dari sentra industri sepatu dan tas berbahan kulit akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

Namun demikian, Rahayu tak menampik masih adanya sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku industri sepatu lokal. Salah satu hambatan utama adalah tingginya harga bahan baku, serta terbatasnya akses terhadap beberapa jenis bahan baku esensial yang sangat dibutuhkan dalam proses produksi.

Sebagai solusi, Rahayu menekankan pentingnya perumusan kebijakan strategis secara lintas sektor. Ia mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan para pelaku industri untuk menyusun langkah konkret, seperti menekan impor produk jadi dari luar negeri guna menciptakan ruang gerak lebih luas bagi pertumbuhan industri persepatuan dalam negeri.

Laporan : Teddy Syah Roni

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button