JATIMPASURUAN

Peserta JKN Rasakan Manfaat PRB: Berobat Lebih Mudah, Hemat Waktu dan Efisien

PASURUAN, BIDIKNASIONAL.com – Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, BPJS Kesehatan menghadirkan pelayanan Program Rujuk Balik (PRB). Program ini di gagas untuk memberikan layanan kesehatan jangka panjang bagi pasien dengan penyakit kronis yang telah dinyatakan stabil oleh dokter. Salah satu fokus utama PRB adalah mempermudah akses pengobatan melalui Fasilitas kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Apotek Mitra PRB.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pasuruan, Dina Diana Permata menyampaikan bahwa saat ini peserta PRB terdaftar wilayah kerja sebesar 16.942 peserta. Dina menyampaikan PRB merupakan solusi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus mengoptimalkan efisiensi layanan kesehatan.

“Pemanfaatan PRB di sini sangat besar dan tentu akan sangat bermanfaat dirasakan oleh peserta. Peserta yang memang memiliki kondisi stabil tapi harus tetap berobat, saat ini sudah tidak perlu lagi bolak balik ke rumah sakit. Hemat waktu dan selain itu pasien bisa mendapatkan pengobatan yang efektif dan efisien, cukup di FKTP saja,”jelas Dina.

Lebih lanjut, Dina menjelaskan bahwa dalam PRB ada sembilan jenis penyakit kronis yang dilayani, di antaranya diabetes mellitus, hipertensi, jantung, asma, penyakit paru obstruktif, epilepsi, skizofrenia, stroke, dan lupus eritematosus (SLE). Dari 9 penyakit tersebut, yang tertinggi dalam pemanfaat PRB adalah diabetus melitus.

“Alurnya Pasien akan menerima surat rujuk balik dari dokter spesialis dari rumah sakit, kemudian yang mencantumkan rencana pengobatan dan terapi yang harus dilakukan di FKTP. Pemberian resep obat juga akan diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien melihat catatan dari pemeriksaan dengan dokter spesialis, dan obat-obatan tersebut dapat diambil di apotek mitra PRB,” tambah Dina.

Tak hanya itu, Apotek PRB menjadi salah satu elemen penting dalam program ini. Hal ini mempermudah peserta ketika sudah mendapatkan resep dari FKTP. Selanjutnya peserta dapat langsung mengambil obat di apotek PRB tanpa perlu kembali ke rumah sakit. Proses ini tentunya memudahkan pasien terutama mereka yang berdomisili jauh dari FKRTL.

“Jadi, pasien hanya perlu membawa resep yang telah diberikan oleh dokter spesialis. Nantinya apotek PRB akan memberikan obat sesuai dengan kebutuhan terapi pasien untuk periode tertentu, biasanya hingga tiga bulan jika kondisi pasien tetap stabil,” jelas Dina kembali.

Dina menyampaikan bahwa program PRB ini bertujuan untuk mengurangi antrean di rumah sakit yang sudah menumpuk. Layanan yang cepat dan cerdas merupakan Langkah keberhasilan dalam program ini.

”Program ini memang salah satu hal wajib dilakukan oleh rumah sakit, kita lihat bahwa dirumah sakit antrean banyak dan akhirnya menambah lama waktu kunjungan pasien. Harapan kami dengan adanya PRB ini, pelayanan di rumah sakit bisa terurai,” ungkap Dina.

Dina mengajak kepada seluruh peserta JKN agar melakukan skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN atau dapat juga melalui website. Menurutnya, hal itu sangat penting karena hasil akhirnya akan ada rekomendasi dalam hal pencegahan penyakit kronis.

Pada kesempatan yang sama, Sri Sumila (78) peserta JKN yang juga merupakan peserta PRB diabetes miletus ni merasakan manfaat kemudahan program ini. Dengan usianya yang sudah lanjut dirinya merasa sangat senang karena PRB tidak perlu berlama-lama di rumah sakit hanya untuk mendapatkan obat rutinannya.

“Saya sangat senang karena ada program ini (PRB), dulunya kalau obat saya habis butuh waktu seharian full dan berangkat pagi hari dari rumah untuk mengantre. Jika telat berangkat saja bisa saya balik untuk keesokan harinya karena tidak mendapatkan antrean kedokter spesialis. Kalau saat ini ada PRB cukup saya ambil obat saja di Apotek Klinik,” tegas Sri.

Keseharian yang bergantung dengan obat dan terapi insulin membuat Sri sangat bersyukur dengan program PRB. Dirinya tidak perlu bolak balik ke rumah sakit untuk pengambilan obat.

“Dimasa tua ini saya sangat bersyukur punya penjaminan BPJS Kesehatan dari pensiunan, sudah gitu saya bisa dapat obat rutin dimudahkan lagi tinggal ke Apotek ambil obat. Untuk pelayanan di fasilitas kesehatannya juga sangat baik dan ramah yang membuat saya semakin bangga dengan program JKN ini,” pungkas Sri.

Laporan: rn/gt/red

Editor: Budi Santoso

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button