
BANJAR, BIDIKNASIONAL.com – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui Satuan Kerja SDA OP4 PPK Anang kembali merealisasikan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) tahun ini. Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat di daerah.
Wilayah kerja BBWS Citanduy mencakup empat kabupaten, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Cilacap, dan Pangandaran. Masing-masing mendapatkan alokasi kegiatan P3-TGAI dengan rincian: Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 26 desa, Kabupaten Ciamis sebanyak 24 desa, Kabupaten Cilacap sebanyak 33 desa, dan Kabupaten Pangandaran sebanyak 13 desa. Total terdapat 96 desa penerima program yang tersebar di empat kabupaten tersebut.
Di Kabupaten Ciamis, pelaksanaan program dipusatkan di Kecamatan Banjarsari dan Banjaranyar. Pekerjaan yang dilakukan berupa pembangunan saluran cacingan yang berfungsi untuk memperlancar distribusi air ke lahan sawah. Menariknya, sistem yang digunakan adalah swakelola, sehingga kelompok tani penerima manfaatlah yang langsung membangun saluran tersebut. Dengan demikian, para petani merasakan manfaat ganda: selain terlibat dalam proses pembangunan, mereka juga yang langsung menikmati hasilnya.
Dalam pelaksanaannya, pengawas dari BBWS Citanduy, Bapak Apeh, senantiasa bersinergi dengan tim pelaksana di lapangan. Kehadiran pengawas memastikan agar pembangunan berjalan sesuai aturan, spesifikasi teknis, dan tepat sasaran. Unsur pemerintah desa pun dilibatkan sebagai pemantau kegiatan untuk menjaga transparansi serta memperkuat peran masyarakat dalam mengawasi jalannya program.
Salah seorang petani penerima manfaat di Kecamatan Banjarsari, Dedi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program P3-TGAI ini.
“Kami para petani sangat bersyukur. Dengan adanya saluran irigasi baru ini, air ke sawah jadi lebih lancar dan teratur. Pekerjaan dilakukan oleh kami sendiri, sehingga kami tahu kualitas dan manfaatnya. Kami berharap program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.
Program P3-TGAI diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas jaringan irigasi pertanian, tetapi juga membawa dampak sosial yang positif. Melalui pemberdayaan kelompok tani, program ini menumbuhkan rasa memiliki dan gotong royong di tengah masyarakat. Dengan jaringan irigasi yang lebih baik, produktivitas hasil pertanian pun berpotensi meningkat, sehingga kesejahteraan petani di wilayah kerja BBWS Citanduy dapat terus terangkat.
Laporan: ASEP SUJANA
Editor: Budi Santoso



