GRESIKJATIM

Kolaborasi Puskesmas dengan BPJS Kesehatan, Cegah dan Deteksi Penyakit Sejak Dini

Ilustrasi

GRESIK, BIDIKNASIONAL.com – Upaya menjaga kesehatan masyarakat terus diperkuat melalui ajakan untuk melakukan skrining riwayat kesehatan sejak dini. Di Kabupaten Gresik, kolaborasi antara BPJS Kesehatan Cabang Gresik dan Puskesmas Kebomas menjadi langkah nyata dalam mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya, khususnya dalam mencegah penyakit tidak menular yang kerap berkembang tanpa gejala awal.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menyampaikan bahwa skrining riwayat kesehatan merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak yang sangat besar bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui skrining, masyarakat dapat mengetahui potensi risiko penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat, tepat, dan terarah.

“Kesadaran untuk melakukan skrining sangat penting. Dengan mengetahui risiko sejak dini, masyarakat dapat menghindari komplikasi penyakit sekaligus mengurangi beban biaya pengobatan di masa depan. Ini bukan hanya tentang kesehatan individu, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan ekonomi keluarga,” ujarnya, Kamis (23/4).

Ia juga menegaskan bahwa upaya promotif dan preventif seperti skrining menjadi salah satu fokus utama dalam memperkuat sistem JKN. Dengan semakin banyak masyarakat yang melakukan deteksi dini, maka potensi pembiayaan kesehatan yang tinggi akibat penyakit kronis dapat ditekan, sehingga sistem jaminan kesehatan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Hal ini sejalan dengan peran Puskesmas sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Kepala Puskesmas Kebomas, dr. Ovaldo Kurniawan, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan menjadi pintu masuk penting dalam mendeteksi risiko penyakit kronis yang seringkali tidak disadari oleh masyarakat.

“Banyak warga baru mengetahui memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung setelah mengikuti skrining. Tanpa pemeriksaan awal, kondisi tersebut bisa saja terus berkembang tanpa disadari hingga menimbulkan komplikasi yang lebih serius,” jelasnya.

Menurutnya, hasil skrining tidak hanya berhenti pada tahap identifikasi risiko, tetapi juga menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi yang lebih personal. Edukasi terkait pola makan, aktivitas fisik, serta gaya hidup sehat diberikan secara berkelanjutan agar masyarakat dapat mengelola kesehatannya dengan lebih baik.

Ia menambahkan bahwa masyarakat kini semakin dimudahkan dalam mengakses layanan skrining riwayat kesehatan. Kemudahan tersebut didukung oleh berbagai kanal yang tersedia sehingga masyarakat dapat memilih akses layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanannya.

“Masyarakat bisa melakukan skrining melalui Aplikasi Mobile JKN pada menu skrining riwayat kesehatan, datang langsung ke fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas, klinik, serta memanfaatkan layanan Pandawa untuk mendapatkan informasi dan panduan. Kami harap kemudahan ini bisa mendorong masyarakat untuk lebih aktif memeriksakan kesehatannya,” tambah Ovaldo.

Dengan adanya kemudahan akses dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya deteksi dini. Skrining riwayat kesehatan menjadi langkah awal menuju masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera. (rn/ar/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button