JATIMSURABAYA

Gubernur Khofifah Serahkan Hewan Kurban Sapi Bergian Blue

Tampak Gubernur Jatim Khofifah saat menyerahkan hewan kurban yakni sapi belgian blue (foto: istimewa)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan hewan kurbannya kepada Sekretaris Masjid Nasional Al Akbar Surabaya H. Helmy Noor.

Penyerahan itu dilaksanakan sesudah Gubernur Khofifah mengikuti Salat Idul Adha di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Rabu (27/5).

Selain itu juga diserahkan hewan kurban dari Presiden Prabowo yakni Sapi Berjenis Peranakan Ongole (PO).

Sedangkan Hewan kurban Gubernur Khofifah yaitu Sapi berjenis Belgian Blue berumur 4 tahun dengan tinggi 145 cm, panjang badan 200 cm, dan berat 1 ton.

Sapi ini dipilih Gubernur secara langsung dari peternak asal Ds. Wates Negoro, Kec. Ngoro, Kab. Mojokerto bernama Faisal Efendi.

Jenis Sapi Belgian Blue (BB) merupakan salah satu bangsa sapi baru berasal dari belgia yang dikembalikan di Indonesia melalui seleksi genetik dan teknologi Transfer Embrio serta Inseminasi Buatan.

“Sapi ini memiliki ciri khas tubuhnya yang padat dengan otot bertumpuk atau yang dikenal sebagai “Double Muscles” atau otot ganda yang tidak dimiliki bangsa sapi lain. Tingkat pertumbuhan sapi ini cepat dan produksi daging yang lebih padat dan rendah lemak,” terangnya.

Sedangkan hewan kurban Wakil Gubernur Jatim diserahkan kepada Takmir Masjid Islamic Center Surabaya H. Imam Bashori, dan hewan kurban Sekda Prov. Jatim diserahkan kepada Takmir Masjid Nasional Baitul Hamdi Kaboel Widodo.

Masjid Nasional Al Akbar tahun ini menyembelih hewan kurban sebanyak 23 ekor sapi dan 49 ekor kambing. Pemotongan dan pendistribusian hewan kurban ini akan dilakukan esok hari.

“Atas nama pemerintah provinsi Jawa Timur kami bersama Pak Wagub menyampaikan terima kasih panjenengan semua berkenan untuk menitipkan hewan kurban di Masjid Nasional Al Akbar, semoga semua amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT,” ucap Khofifah.

“Tentu kita berharap bahwa semua proses sekarang ini dimulai pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan semua mohon doanya lancar dan dibagikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan mudah-mudahan manfaat barokah,” imbuhnya.

Pada tahun 2025, total pemotongan hewan qurban di Jawa Timur sebanyak 397.336 ekor. Sapi sebanyak 65.627 ekor, kambing 277.127 ekor, domba sebanyak 54.574 ekor dan kerbau 8 ekor.

Sementara proyeksi kebutuhan ternak kurban tahun ini total sebanyak 427.060 ekor. Diantaranya sapi 70.550 ekor, kambing 297.900 ekor, domba 58.600 ekor dan kerbau 10 ekor.

“Alhamdulillah di Idul Adha 1447 Hijriyah 2026 Masehi ini stok hewan kurban di Jawa Timur sangat cukup, aman, dan sehat, itu dari berbagai kunjungan kami ke berbagai sentra sentra peternakan, sudah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” kata Khofifah.

Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur mendapat Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) berupa sapi dari Sekretariat Kepresidenan sejumlah 39 ekor yang dialokasikan untuk Provinsi Jawa Timur (1 ekor) dan Kabupaten / Kota (38 ekor).

Pelaksanaan Idul Adha di Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 didukung dengan sumber daya yang mencukupi. Sebanyak 5.000 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban disiagakan.

Petugas pemeriksa kesehatan hewan ternak kurban dari unsur pemerintah 2.670 orang, dari Perguruan Tinggi dan organisasi profesi sebanyak 2.400 petugas.

Lapak penjualan hewan kurban di Jawa Timur sebanyak 2.318 lapak dan jumlah pasar hewan se Jawa Timur sebanyak 208 unit. Selain itu juga terdapat 133 unit Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R), dan 25.140 lokasi pemotongan hewan kurban di luar RPH-R terdaftar.

Menurutnya harga kambing/domba juga mulai stabil dibandingkan dengan kondisi harga pada akhir tahun 2025 sampai dengan awal tahun 2026. Harga kambing/domba yang paling banyak diminati masyarakat untuk dijadikan hewan kurban adalah di kisaran harga Rp 3 – 5 juta / ekor.

“Yang juga cukup membahagiakan bahwa yang kita kunjungi rata-rata mereka menyampaikan penjualannya jauh lebih signifikan dibanding dengan tahun lalu, artinya bahwa semangat beribadah masyarakat Jawa Timur ini luar biasa dan peternak-peternak bisa membawa proses ini dengan sangat update karena banyak diantara mereka menjual secara digital jadi digital ekosistem itu sangat membantu baik bagi peternak maupun bagi pembeli,” pungkasnya. (dji)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button