JATIMSURABAYA

Program “Kakak Tangguh” Perluas Akses Pendidikan Berkualitas Bagi Para Pelajar 

Khofifah saat memberikan sambutan pada acara tersebut (foto: istimewa)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Gubernur Khofifah Indar Parawansa bersama LL DIKTI VII melaunching Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh ( Kakak Tangguh ) di Hotel Morazen Jl. Kayoon Surabaya, Senin (22/6).

“Kakak tangguh ini memperluas akses pendidikan berkualitas bagi para pelajar Jawa Timur sekaligus menjadi penguat ekosistem pendidikan, ekosistem sumber daya manusia dan ekosistem proses pemajuan semua sektor melalui Jawa Timur,” kata Gubernur Khofifah.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Program Kakak Tangguh merupakan ikhtiar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan perguruan tinggi dan LLDIKTI Wilayah VII.

Program ini bertujuan untuk menghadirkan akses pendidikan yang lebih luas serta mendorong lahirnya perubahan sosial yang berkelanjutan di Jawa Timur.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua LLDIKTI yang telah mengkoordinasikan semua perguruan tinggi swasta, dan kemudian menyiapkan beasiswa untuk anak-anak Jawa Timur tahun ini total 62.000 beasiswa dari perguruan tinggi swasta, ini luar biasa,” ungkapnya.

Lebih lanjut pihaknya juga menegaskan bahwa Program Kakak Tangguh lahir dari sebuah cita-cita mulia yang memastikan setiap keluarga berhak memiliki satu pahlawan intelektual.

Pahlawan intelektual dalam keluarga ini nantinya diharapkan mampu menjadi pintu pembuka untuk meraih akses ekonomi yang lebih baik, juga sebagai asa baru bagi masa depan sebuah keluarga.

“Kita percaya bahwa hadirnya satu sarjana dalam sebuah keluarga bukan hanya menghadirkan kebanggaan, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan, pembuka akses ekonomi yang lebih baik, sekaligus harapan baru bagi masa depan keluarga tersebut,” tegasnya.

“Kakak tangguh ini menjadi pikiran yang sangat strategis luar biasa untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Timur matur nuwun untuk pikiran, dan ide briliannya,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, banyak generasi muda yang memiliki kecerdasan, semangat, dan potensi besar, namun terkendala oleh keterbatasan ekonomi keluarga.

Menurutnya kondisi ini tidak boleh menjadi penghalang bagi generasi muda untuk mendapatkan akses pendidikan.

“Pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan mobilitas sosial, sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi,” ucapnya.

Kemiskinan, lanjut Khofifah, merupakan persoalan multidimensi yang tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Penurunan kemiskinan menjadi salah satu indikator negara maju, dan satu-satunya jalan memutus mata rantai kemiskinan di seluruh dunia adalah melalui pendidikan,” katanya.

Khofifah menyampaikan keterbatasan akses pendidikan bagi generasi muda Jawa Timur menjadi tantangan tersendiri di tengah berbagai capaian pembangunan yang telah diraih Jawa Timur.

Oleh sebab itu, Khofifah menyebut kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas menjadi tugas dan tanggung jawab bersama.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama bagaimana memastikan setiap anak-anak Jawa Timur memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas,” demikian Gubernur Khofifah. (dji)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button