
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih (yah)
SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Meningkatnya jumlah kasus HIV /AIDS di wilayah Kabupaten Sidoarjo menjadi perhatian serius dari DPRD Sidoarjo. Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih menilai tingginya angka kasus tidak selalu menunjukkan kondisi yang semakin buruk. Menurutnya, hal itu juga menjadi indikator semakin banyak masyarakat yang berani melakukan pemeriksaan dan melaporkan kondisi kesehatannya.
“Orang yang terinfeksi HIV/AIDS harus berani terbuka dan melapor agar bisa segera ditangani. Obatnya juga tersedia gratis di Puskesmas. Semakin banyak yang melapor, justru semakin mudah dilakukan pengendalian,” ujarnya saat diwawancarai di kantor DPC PKB Sidoarjo, Jumat (3/7/2026).
Menurut Nasih, fenomena HIV/AIDS ibarat gunung es. Data yang tercatat belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya karena masih banyak penderita yang memilih menutupi status kesehatannya.
“Daerah yang angka kasusnya rendah belum tentu benar-benar rendah. Bisa jadikan masih banyak yang malu untuk memeriksakan diri sehingga tidak terdata. Ini justru lebih berbahaya karena penyebarannya sulit dikendalikan,” jelasnya.
Meski demikian, Nasih mengakui peningkatan kasus tetap menjadi peringatan bagi seluruh pihak. Terlebih Sidoarjo dikenal sebagai daerah yang memiliki budaya religi.
“Ini menjadi warning bagi kita semua. Seluruh elemen masyarakat harus ikut terlibat melakukan pencegahan,'” tegas Nasih.
Nasih juga menilai upaya pencegahan tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan saja. “Tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa hingga keluarga harus berperan aktif memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan menjauhi perilaku seksual berisiko,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Nasih juga mengusulkan agar pemeriksaan kesehatan calon pengantin semakin diperkuat melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan dengan Kantor Urusan Agama (KUA). Menurutnya, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah penting sebagai langkah deteksi dini.
“Jangan hanya mengurus administrasi saja, tetapi juga memastikan calon pengantin menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai upaya pencegahan,” imbuh dia.
Selain itu, Ia juga meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap lokasi – lokasi yang dinilai berpotensi tempat penyebaran penyakit.
“Kami mengajak Pemerintah Daerah lebih meningkatkan pengawasan terhadap lokasi – lokasi yang dinilai berpotensi tempat penyebaran penyakit, termasuk kawasan hiburan malam dan tempat – tempat yang rawan praktik seksual berisiko,” ajak Nasih.
Nasih juga menilai generasi muda menjadi kelompok yang harus mendapatkan perhatian lebih dalam upaya menekan penyebaran HIV /AIDS. Menurut dia, pembinaan karakter melalui keluarga, pendidikan, serta penguatan nilai agama menjadi fondasi utama agar anak muda tidak terjerumus pada perilaku berisiko.
“Keluarga menjadi benteng pertama. Anak – anak harus dibekali Pendidikan, nilai moral, dan agama yang kuat sehingga tidak mudah melakukan penyimpangan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Nasih.
Di sisi lain, Mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo juga meminta menyediakan lebih banyak ruang kreativitas bagi generasi muda melalui kegiatan olahraga, seni, organisasi, maupun aktivitas sosial.
“Anak-anak muda harus diberi ruang seluas-luasnya untuk berkegiatan positif. Kalau mereka memiliki wadah berkreasi, peluang melakukan aktivitas yang berisiko tentu bisa ditekan,” sambungnya.
Nasih juga mengimbau masyarakat, khususnya anak muda yang merasa memiliki risiko terpapar HIV/AIDS, agar tidak ragu berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan di fasilitas kesehatan.
“Kalau merasa risiko, segera periksa dan konsultasi. Semakin cepat diketahui, semakin cepat ditangani, sehingga tidak menularkan kepada orang lain,” tuturnya.
Nasih juga menegaskan, upaya menurunkan angka HIV/AIDS tidak hanya diukur dari kekurangan jumlah laporan kasus. Yang lebih penting adalah mencegah munculnya kasus baru mendapatkan pengobatan secara rutin.
“Mereka yang sudah terdata harus terus didampingi, menjalani pengobatan, serta diberikan edukasi agar tidak menularkan virus kepada orang lain,” tegasnya.
Nasih juga menekankan pentingnya edukasi mengenai hubungan seksual yang aman bagi pasangan yang salah satunya terinfeksi HIV, sehingga risiko penularan dpat diminimalkan. Ia pun mengajak anak muda memanfaatkan masa mudanya untuk berkegiatan yang bermanfaat.
“Hidup hanya sekali. Anak muda adalah estafet bangsa. Isi masa muda dengan kegiatan yang sehat, produktif, dan positif. Jauhi perbuatan yang dilarang norma dan agama karena pada akhirnya hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” pungkasnya. (yahya)


