JATIMMALANG

Harga Sayur Kabupaten Malang Masih Rendah, DTPHP Dorong Petani Perluas Jaringan Pasar Luar Daerah

Ir. Avicenna M. Saniputera, M.T, M.H. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang (ist)

KAB.MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Peningkatan harga sayuran di sentra hortikultura Kabupaten Malang belum terlihat signifikan hingga 7 Juli 2026. Berdasarkan daftar harga grosir UPT STA Mantung Pujon per-Selasa (7/7/2026), sejumlah komoditas masih belum mengalami pergerakan harga. Masih bertahan di level harga yang rendah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malang Ir. Avicenna M Saniputera, M.T, M.H, menjelaskan,”dengan kondisi harga yang masih dilevel rendah, ada beberapa komoditas yang telah mengalami sedikit kenaikan. Seperti harga cabai besar, dari yang sebelumnya berada dikisaran Rp 14.000 per-kilogram, kini naik menjadi Rp 16.000 per-kilogram atau bertambah sekitar Rp 2.000,” jelasnya. Selasa, (7/7).

Avicenna juga menerangkan,”bahwa kondisi kenaikan juga terjadi pada cabai keriting yang meningkat dari Rp 20.000 menjadi Rp 21.000 per kilogram. Sementara cabai rawit tetap stabil di angka Rp 35.000 per-kilogram dan masih menjadi komoditas dengan harga tertinggi di pasar grosir sayuran Pujon,” terangnya.

Ia melanjutkan, selain itu dikelompok umbi-umbian dan kentang Pujon masih bertahan di harga Rp 8.000 per-kilogram. Kentang Batu juga tetap Rp 14.000 per-kilogram, sedangkan kentang Probolinggo tidak mengalami perubahan di angka Rp 12.500 per-kilogram.

“Harga bawang juga relatif stabil. Seperti, bawang merah Bali lokal masih diperdagangkan Rp 32.000 per-kilogram, bawang putih lokal Rp 35.000 per-kilogram, sedangkan bawang bombai besar impor dari China bertahan Rp 16.000 per-kilogram dan bawang bombai kecil asal Belanda Rp 20.500 per-kilogram. Untuk kelompok sayuran daun, harga masih berada di level rendah. Sawi putih tetap dijual Rp 2.000 per-kilogram, sawi daging juga Rp 2.000 per-kilogram, kubis lokal Rp 4.000 per-kilogram, bunga kol Rp 4.000 per-kilogram, serta buncis Rp 4.000 per-kilogram,” paparnya.

Untuk komoditas lainnya juga tidak mengalami banyak perubahan. Seperti, tomat sayur berada diharga Rp 4.000 per-kilogram, tomat buah Rp 5.000 per-kilogram, brokoli Rp 10.000 per-kilogram, timun lokal Rp 8.500 per-kilogram, ketimun kiori Rp 9.000 per-kilogram, dan terong Rp 5.000 per-kilogram.

Di sisi lain, wortel Berastagi ukuran biasa tercatat Rp 11.000 per-kilogram. Sementara wortel manis Berastagi dijual Rp 13.000 per-kilogram dan wortel Berastagi kemasan kardus mencapai Rp 15.500 per-kilogram.

Sebelumnya, harga sayuran di Kabupaten Malang sempat mengalami penurunan cukup tajam setelah liburnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa komoditas seperti sawi, bayam, kangkung, hingga kubis mengalami pelemahan harga karena berkurangnya permintaan.

Oleh karena itu, Avicenna mendorong agar para petani tidak bergantung pada pasar lokal. Karena, hasil bumi Kabupaten Malang terkenal memiliki kualitas hingga ke luar daerah.

“Malang ini kan sentra sayur. Jadi produksi dari Malang ini dikirim ke Jakarta hingga keluar Jawa sampai ke Balikpapan juga itu dari Malang,” tegasnya.

Dia berharap jaringan pemasaran yang sudah terbentuk dapat terus diperluas dan diperkuat. Dengan semakin banyak tujuan distribusi, petani tidak hanya bergantung pada permintaan dari pasar lokal maupun kebutuhan program tertentu.

“melihat kondisi yang seperti ini mungkin bisa diperkuat lagi. Jadi memperkuat akses pasar selain daripada SPPG,” pungkasnya. (NN)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button