JATIMMAGETAN

Judi Togel di Warung Ndoblang Maospati Aman Terkendali 

Warung Kopi Ndoblang Maospati (ist)

MAGETAN, BIDIKNASIONAL.com – Praktek perjudian jenis Toto Gelap (Togel) diduga kembali marak dan terorganisir di wilayah Kabupaten Magetan. Salah satu titik yang kini menjadi sorotan tajam dan memicu keresahan mendalam bagi masyarakat berada di lingkungan pemukiman RT 21 RW 05 Kelurahan Maospati, Kabupaten Magetan.

Berdasarkan investigasi dan laporan dari warga setempat, aktivitas transaksi ilegal tersebut diduga kuat berpusat dan memanfaatkan keramaian disekitar area warung kopi ndoblang. Mirisnya warung kopi tersebut terletak tepat di pinggir jalan raya utama yang menjadi jalur aktif mobilitas masyarakat dan lembaga pendidikan.

Menurut keterangan warga sekitar, posisi warung yang terbuka di tepi jalan raya membuat aktivitas di tempat tersebut sangat mencolok. Saban hari pemandangan di warung itu kerap disaksikan oleh pelajar dan para santri Pondok Temboro yang berlalu lalang untuk berangkat mengaji.

Kondisi ini dinilai warga sangat ironis dan berbanding terbalik dengan reputasi Kabupaten Magetan yang selama ini dikenal luas sebagai daerah yang religius, adem dan kental dengan nilai-nilai keagamaan.

Keberadaan praktek perjudian yang kasat mata di jalur perlintasan pelajar dan santri ini telah mencoreng Marwah kesucian kota.

Lebih mengejutkan lagi, ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa aktivitas terlarang ini bukan barang baru, melainkan telah berlangsung bertahun-tahun tanpa ada tindakan berarti dari Aparat Penegak Hukum (APH).

Muncul dugaan kuat di tengah masyarakat bahwa pihak pengelola judi togel tersebut rutin memberikan ‘uang keamanan” atau atensi kepada oknum aparat tertentu, sehingga bisnis haram itu terkesan kebal hukum dan selalu aman dari jangkauan penindakan.

“Kami warga RT 21 RW 05 sudah sangat resah dan malu. Warung itu terletak di pinggir jalan raya, setiap hari dilewati anak-anak sekolah dan para santri Pondok Temboro yang mau berangkat mengaji,” ujar warga itu.

Hal ini berbanding terbalik dengan jargon Kabupaten Magetan sebagai kota religius. “Kami menduga ada kongkalikong atau uang keamanan, karena sudah bertahun-tahun dibiarkan aman tanpa disentuh hukum,“ ungkap seorang warga dengan nada geram.

Menyikapi kondisi yang kian berlarut- larut dan merusak moralitas lingkungan ini, masyarakat meminta tindakan kongkrit dari APH.

Warga itu menegaskan bahwa mereka tidak butuh sekedar imbauan diatas kertas atau formalitas belaka, melainkan tindakan nyata di lapangan berupa penyelidikan menyeluruh, penggerebekan, hingga penangkapan terhadap oknum pengepul maupun bandar yang beroperasi disana, termasuk membersihkan oknum internal yang diduga kuat membentengi praktek tersebut.

Tidak hanya kepada pihak Kepolisian warga juga menuntut Pemerintah Kelurahan Maospati, Bhabinkamtibmas, serta Babinsa setempat untuk segera turun tangan melakukan penertiban.

Warga berharap jalur perlintasan santri dan pelajar ini dibersihkan dari segala bentuk Penyakit Masyarakat (Pekat) demi menjaga psikologis dan moralitas generasi muda.

Hingga berita ini diturunkan, Wartawan Bidik Nasional (BN) masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Maospati, Polres Magetan serta perangkat Kelurahan setempat guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait langkah penindakan hukum yang konkret serta penyelidikan internal atas dugaan adanya uang koordinasi tersebut.(Yoseph)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button