
Partijo (60), pensiunan karyawan (ist)
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Memasuki masa purna tugas atau pensiun tidak lantas mengurangi kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan kesehatan. Hal ini dirasakan langsung oleh Partijo (60), seorang pensiunan karyawan yang kini berdomisili di Desa Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Baru-baru ini, ia mengurus pengalihan status kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) menjadi peserta Pekerja Bukan Penerima (PBPU) Mandiri.
Awalnya, Partijo mengaku sempat ragu dan bingung mengenai prosedur pengurusan alih status kepesertaan tersebut. Namun, keraguan itu sirna begitu ia mendatangi kantor pelayanan BPJS Kesehatan bersama sang istri untuk berkonsultasi secara langsung dengan petugas pelayanan yang ada.
“Awalnya dari rumah saya sempat bingung bersama istri, nanti prosesnya seperti apa dan bagaimana. Tapi setelah sampai di sini, pelayanannya luar biasa bagus. Petugas memberikan penjelasan dengan sangat jelas, mudah dicerna, dan sangat bermanfaat,” ungkap Partijo saat ditemui di lokasi pelayanan kantor BPJS Kesehatan Kediri (4/9).
Ia juga mengapresiasi inovasi layanan digital yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, kemudahan alih status yang kini dapat dilanjutkan melalui kanal digital seperti Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) di 08118165165 sangat membantu peserta karena tidak perlu berulang kali datang ke kantor cabang.
“Pelayanannya semakin canggih. Ternyata untuk proses selanjutnya tidak perlu bolak-balik ke kantor lagi, bisa diakses lewat WhatsApp saja. Ini betul-betul mempermudah masyarakat dalam pelayanan BPJS Kesehatan,” tambah Partijo.
Saat ditanya mengenai motivasinya tetap berkomitmen menjadi peserta JKN segmen PBPU Mandiri dan bersedia membayar iuran secara rutin, Partijo menekankan pemahamannya akan prinsip gotong royong yang menjadi landasan utama Program JKN.
“Kepesertaan ini kan bukan soal kita berharap untuk sakit. Bagi kami, mendaftar mandiri itu pertama untuk jaga – jaga kalau sewaktu – waktu membutuhkan penanganan medis. Kedua, kalau kita sehat, iuran yang kita bayarkan bisa membantu peserta lain yang sedang membutuhkan. Jadi prinsipnya gotong royong,” jelas Partijo.
Pengalaman memanfaatkan layanan JKN pun bukan hal baru bagi Partijo. Selama menjadi peserta JKN, baik saat ditanggung oleh perusahaan maupun kini beralih PBPU Mandiri, ia sudah beberapa kali merasakan manfaatnya saat berobat di fasilitas kesehatan, mulai dari Mojokerto hingga di Kediri.
“Pelayanannya sangat baik di manapun saya berobat, begitu kita butuh penanganan langsung dilayani. Dan yang paling penting, tidak ada biaya tambahan sama sekali, semuanya ditanggung penuh oleh program JKN,” tutur Partijo.
Di akhir perbincangan, Partijo menyampaikan rasa puasnya terhadap kualitas pelayanan yang terus meningkat dan berharap Program JKN dapat terus berjalan dengan baik untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Saya pribadi bangga akan pelayanan program JKN, setiap waktu selalu berinovasi untuk masyarakat Indonesia. Saya juga berharap program ini selalu berjalan untuk masyarakat Indonesia hingga kedepannya”, jelas Partijo. (bp/id/red)



