
Ratusan jamaah yang didominasi oleh ibu-ibu Pengajian Miftahul Jannah tampak khusyuk menyimak jalannya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Jalan Medokan Semampir Indah 13, Sukolilo, Surabaya, Sabtu (19/09/2026) malam. (dok. foto: red)
SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang diselenggarakan Jamaah Pengajian Miftahul Jannah RT 5 RW 8 Medokan Semampir, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di sepanjang Jalan Medokan Semampir Indah 13 tersebut dihadiri ratusan jamaah yang terdiri dari ibu-ibu pengajian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jamaah Masjid Nasrullah.
Acara digelar sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan dan kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan dipandu oleh Siti Najiyah, S.Pd. selaku pembawa acara. Antusiasme jamaah terlihat sejak awal acara hingga akhir kegiatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Hj. Hartini Hadi Utomo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan peringatan Maulid Nabi tahun ini.
Disampaikan, terselenggaranya kegiatan tidak terlepas dari dukungan masyarakat dan para donatur yang memberikan bantuan baik berupa tenaga, pemikiran, maupun dana.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan partisipasi dan bantuan dari semua pihak, baik pikiran maupun finansial, sehingga terselenggara acara Maulid Nabi yang penuh berkah ini,” ujar Hj. Hartini di hadapan jamaah.
Selain itu Hj. Hartini juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
Dikatakan, berbagai masukan dan evaluasi dari masyarakat akan menjadi bahan perbaikan untuk penyelenggaraan kegiatan keagamaan pada masa mendatang.
Memasuki sesi inti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, panitia menghadirkan Nyai Hj. Elok Riskia dari Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo
Dalam ceramahnya, Ning Elok sapaan lekatnya mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW melalui penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan pertama yang disampaikan adalah pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah SWT atau Hablum Minallah dan hubungan dengan sesama manusia atau Hablum Minannas.
Dengan suasana canda tawa namun mengedukasi, Ning Elok mengungkapkan, kesalehan seorang muslim tidak hanya diukur dari ibadah yang dijalankan, tetapi juga dari perilaku dan akhlaknya dalam kehidupan sosial.
“Ketauhidan, shalat, puasa, dan ibadah lainnya harus tercermin dalam sikap yang baik kepada sesama manusia,” jelasnya.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya membentuk karakter anak saleh di lingkungan keluarga. Nyai Hj. Elok menegaskan bahwa anak yang taat kepada Allah SWT dan senantiasa mendoakan kedua orang tuanya merupakan investasi berharga yang manfaatnya akan terus mengalir hingga akhirat.
Ning Elok mengingatkan para orang tua untuk tidak hanya memperhatikan pendidikan formal anak, tetapi juga menanamkan nilai-nilai agama dan akhlak sejak usia dini agar tumbuh menjadi generasi yang beriman dan berbakti.
Sementara itu, pesan ketiga menyoroti pentingnya menghormati dan menjaga hubungan baik dengan tetangga sebagai bagian dari implementasi iman kepada Allah SWT dan hari akhir. Sikap tersebut dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana seperti menjaga kenyamanan lingkungan, menjenguk tetangga yang sakit, serta saling membantu dan berbagi dalam kehidupan bermasyarakat.
Tausiyah yang disampaikan Nyai Hj. Elok mendapat perhatian penuh dibalur gelak tawa dari jamaah yang mengikuti acara hingga selesai. Para jamaah tampak menyimak dengan khusyuk setiap pesan yang disampaikan.
Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Mas Ahmad Muhammad, tokoh ulama asal Sidosermo, Surabaya. (red)


