
Pendistribusian air bersih di salah satu desa yang terdampak kekeringan. (Foto : Nino Wiwantara)
KAB. MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Sebanyak 14 desa di enam kecamatan Kabupaten Malang masih terdampak kekeringan. Hingga Sabtu (10/10), Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah menyalurkan 4.266.500 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan 5.799 kepala keluarga (KK) atau 18.414 jiwa.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang Drs.H.Syamsul Hadi, M.M mengatakan, pendistribusian air bersih yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang masih dilaksanakan secara berkala ke desa-desa terdampak.
“Penyaluran tersebut melibatkan sejumlah instansi dan relawan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kekeringan berlangsung. Oleh karena itu, distribusi air bersih masih dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan. Kami akan terus membantu dan memantau kondisi di wilayah yang terdampak, agar penyaluran bantuan bisa berjalan sesuai kebutuhan,” ungkapnya. Rabu, (14/10).
Ada enam kecamatan yang masih terdampak meliputi Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, dan Pagak. Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, mencatat akumulasi distribusi terbesar, yakni 1.016.700 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.035 KK atau 3.105 jiwa.
Sementara itu, lanjut Syamsul, distribusi air bersih ke Desa Sumber agung, Kecamatan Sumawe, mencapai 495 ribu liter. Desa Sitiarjo menerima 440 ribu liter, sedangkan Desa Kedungbanteng mendapat 390 ribu liter.
“Pendistribusian air bersih tambahan yang dilakukan BPBD pada Sabtu (10/10), sebanyak 83.050 liter dengan menggunakan lima armada dengan total 18 rit pengiriman. Volume tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 118.400 liter dengan tujuh armada dan 19 rit,” paparnya.
Syamsul juga menerangkan, bahwa penanganan kekeringan turut melibatkan PMI, Damkar Kabupaten Malang, PJT I Karangkates, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa, serta relawan. BPBD juga terus memantau kondisi di 33 kecamatan selama masa tanggap darurat kekeringan.
“Meski tidak ada laporan kejadian bencana baru pada Sabtu malam hingga Minggu (11/10) pagi, kebutuhan air bersih di belasan desa tersebut masih dipenuhi melalui pengiriman berkala. Penyaluran bantuan dilakukan sesuai kebutuhan warga di wilayah terdampak selama kekeringan belum berakhir,” pungkasnya. (NN)



