JATIMMALANG

Bersama MUI Kota Malang, BPJS Kesehatan Ajak Toga Toma Jaga Keberlangsungan JKN

Ketua MUI Kota Malang, Isroqunnajah (ist)

MALANG, BIDIKNASIONAL.com – BPJS Kesehatan bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mengajak tokoh agama (Toga) dan tokoh masyarakat (Toma) untuk memperkuat edukasi mengenai pentingnya menjaga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tetap aktif. Keterlibatan para tokoh diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang semangat gotong royong dalam menjaga keberlangsungan Program JKN.

Ketua MUI Kota Malang, Isroqunnajah, mengatakan Toga dan Toma memiliki peran strategis karena dekat dengan masyarakat. Menurutnya, kedekatan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk menyampaikan pentingnya kepedulian bersama terhadap keberlanjutan Program JKN.

“JKN ini adalah program yang manfaatnya dirasakan masyarakat luas. Karena itu, kita sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat mempunyai tanggung jawab moral untuk ikut menyampaikan kepada masyarakat pentingnya menjaga program ini agar terus berjalan,” ujar Isroqunnajah, saat ditemui di Kota Malang, Senin (31/08).

Isroqunnajah menjelaskan, semangat gotong royong dalam Program JKN sejalan dengan nilai kepedulian sosial di masyarakat. Melalui sistem tersebut, peserta saling membantu agar perlindungan kesehatan dapat tersedia ketika dibutuhkan.

“Prinsip gotong royong itu sangat dekat dengan nilai-nilai yang kita ajarkan kepada masyarakat. Ketika kita sehat, kita ikut membantu saudara kita yang sedang sakit. Dan ketika suatu saat kita membutuhkan pertolongan, kita juga akan merasakan manfaat dari gotong royong tersebut,” jelasnya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami bahwa kepesertaan JKN perlu dijaga sejak sehat, bukan hanya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat baru memikirkan JKN ketika sudah sakit. Kepesertaan harus dijaga sejak sehat, karena kita tidak pernah tahu kapan membutuhkan pelayanan kesehatan,” kata Isroqunnajah.

Isroqunnajah menegaskan, MUI Kota Malang siap mendukung edukasi Program JKN kepada masyarakat agar manfaat program dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.

“Kita harus menjaga JKN ini bersama-sama. Jangan hanya ketika sakit kita mencari perlindungan, tetapi sejak sehat kita harus ikut menjaga keberlangsungan program ini, karena JKN adalah bentuk nyata gotong royong untuk kemaslahatan masyarakat,” pungkas Isroqunnajah.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Hernina Agustin Arifin menyampaikan bahwa keberlangsungan Program JKN membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, fasilitas kesehatan, peserta, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Program JKN ini adalah program kita bersama. Karena itu, kami membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk MUI serta para Toga dan Toma, untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif dan mendukung keberlangsungan Program JKN,” ujar Ina.

Hernina berharap sinergi dengan MUI Kota Malang dapat memperluas edukasi JKN kepada masyarakat. Melalui keterlibatan Toga dan Toma, informasi mengenai pentingnya menjaga kepesertaan aktif dan memahami manfaat Program JKN dapat tersampaikan secara lebih luas.

“Kami tidak ingin edukasi JKN berhenti hanya pada kegiatan sosialisasi. Kami ingin pesan ini terus dibawa ke tengah masyarakat melalui para Toga dan Toma, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa menjaga JKN berarti menjaga perlindungan kesehatan kita bersama,” tegas Ina. (bp/gt/red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button