
Proses Pendistribusian Bantuan Air Bersih Dampak Dari Bencana Kekeringan di Pondok Kesehatan Desa Pagak Kecamatan Pagak Kabupaten Malang. (Foto : Nino Wiwantara)
KAB.MALANG, BIDIKNASIONAL.com – Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang lakukan pendistribusian bantuan air bersih dampak dari kemarau panjang, banyak pedesaan wilayah Kabupaten Malang yang mengalami kekeringan. Proses tersebut, melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk unsur pemerintahan dan BPBD yang berlangsung pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dampak kekeringan berkepanjangan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, sejak Agustus hingga Oktober 2026. Pada kurun waktu lebih dari tiga bulan tersebut, sejumlah pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, juga telah membantu untuk mendistribusikan air bersih sekitar 5,5 juta liter.
Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan Kabupaten Malang, Drs. H. Syamsul Hadi, M.M menjelaskan, pendistribusian jutaan liter bantuan air bersih terhadap para penerima manfaat akibat dari dampak kekeringan tersebut telah berlangsung sejak 8 Agustus sampai Oktober 2026.
“Untuk kebutuhan air bersih totalnya yang sudah didistribusikan sejak 8 Agustus sampai dengan kemarin 22 Oktober 2026 telah mencapai sebanyak 5.510.150 liter,” jelasnya. Rabu, (28/10).
Syamsul juga menyampaikan, bahwa upaya penanggulangan bencana kekeringan tersebut, melibatkan sejumlah pihak terkait. Antara lain mulai unsur BPBD, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang, Perum Jasa Tirta I, Perumda Tirta Kanjuruhan, perangkat desa setempat, Puskesmas Sitiarjo, Buana Solusindo hingga Marva Telekomunikasi serta sejumlah relawan.
“Mengenai distribusi air bersih yang baru kemarin ini, kami laksanakan pada 22 Oktober 2026 sebanyak 70 ribu liter menggunakan empat armada dengan 17 rit,” ungkapnya.
Menurut Syamsul, distribusi bantuan air bersih yang telah berlangsung sejak Agustus hingga Oktober 2026 tersebut disalurkan di tujuh kecamatan yang terdampak kekeringan. Dengan rincian yang meliputi Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Sumberpucung, Donomulyo, Kalipare, Pagak, dan yang terbaru ialah Kecamatan Bantur.
“Dari tujuh kecamatan tersebut, terdapat 15 desa yang terdampak kekeringan dan kami pastikan sudah mendapatkan bantuan distribusi air bersih,” tandasnya.
Selain itu, lanjut Syamsul, mengenai data penanganan dampak kekeringan pada sejumlah wilayah di Kabupaten Malang masih bersifat sementara. Hingga kini pihak terkait juga masih terus melakukan upaya penanganan dampak kekeringan termasuk distribusi air bersih sehingga secara angka akan berubah setiap waktu.
“Saya berharap, dengan adanya pendistribusian air bersih ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan dan semoga saja musim kemarau ini tidak berkepanjangan agar disegerakan turun hujan,” pungkasnya. (NN)


