
Kantor Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi (Foto: Istimewa)
NGAWI, BIDIK NASIONAL.com – Proses penjaringan perangkat desa di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, berujung ricuh. Seluruh anggota panitia pengisian perangkat desa sepakat mengundurkan diri setelah menduga adanya praktik permainan tidak sehat atau kecurangan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Tahapan pengisian perangkat desa ini awalnya berjalan lancar. Kepala Desa Pelang Lor beserta BPD telah membentuk kepanitiaan resmi yang beranggotakan lima orang, terdiri dari tiga orang unsur non-perangkat desa dan dua orang dari perangkat desa.
Konflik mulai pecah pada tahapan kedua yang berlangsung Selasa (27/10/2026). Saat itu, Kades, BPD, dan panitia menggelar agenda presentasi calon penyusun naskah ujian dari tim independen. Namun, proses penentuan tim penyusun terpilih tersebut dinilai janggal.
“Ada kejanggalan saat penentuan tim penyusun terpilih. Kami menduga ada permainan tidak sehat yang dilakukan oleh Kepala Desa dan BPD,” ujar Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa Pelang Lor, Slamet, kepada awak media Bidik Nasional.

Kepala Desa Pelang Lor Hariyana (kiri, berpeci), Ketua BPD (tengah), dan Ketua Panitia Pengisian Perangkat Desa Slamet (kanan) saat menghadiri tahapan presentasi tim independen yang berakhir dengan gejolak dan pengunduran diri massal panitia, Selasa (27/10/2026). (Foto: S. Warsana/Istimewa)
Akibat ketidakberesan tersebut, situasi di lokasi sempat bergejolak. Merasa independensi Panitia diintervensi, Slamet bersama seluruh anggota panitia akhirnya sepakat untuk membuat dan melayangkan surat pengunduran diri massal dari kepanitiaan.
Padahal, Camat Kedunggalar, Ragandhi, sebelumnya telah menegaskan bahwa seluruh proses pengisian perangkat desa di wilayahnya ditargetkan wajib rampung pada akhir Desember 2026.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pelang Lor, Hariyana, enggan memberikan respons dan tidak mengangkat telepon saat dihubungi awak media melalui sambungan seluler.
Sementara itu, pihak Kecamatan Kedunggalar juga belum memberikan klarifikasi resmi terkait mundurnya panitia yang dikoordinasi oleh Slamet tersebut.
Laporan: S. Warsana


