
JOMBANG, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah atau pihak berwenang secara resmi memutuskan , mengesahkan dan memasukkan suatu terus jalan ke dalam progam kerja atau anggaran untuk di perbaiki. Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menetapkan perbaikan infrastruktur jalan sebagai salah satu prioritas utama paket Proyek Strategis Daerah (PSD) pada tahun anggaran 2026.
Dari sejumlah ruas strategis yang menjadi penghubung antarwilayah dipersiapkan untuk diperbaiki guna memperlancar mobilitas warga dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Maka dari itu Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemkab Jombang telah menyiapkan lima paket Proyek Strategis Daerah (PSD) yang tersebar di beberapa kecamatan.
Selanjutnya, ruas-ruas tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerusakan, volume kendaraan, hingga fungsi pentingnya bagi aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang, Imam Bustomi, mengatakan penentuan lokasi pembangunan dilakukan melalui kajian teknis yang matang.
Disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR Jombang, ruas jalan dengan kerusakan berat dan memiliki peran penting dalam distribusi hasil pertanian maupun perdagangan menjadi prioritas utama.
“Penanganan jalan kami fokuskan pada jalur yang memberi dampak besar terhadap akses masyarakat dan perputaran ekonomi,” ujarnya.
Selain itu ada salah satu proyek yang masuk daftar prioritas ialah ruas Cukir–Mojowarno. Jalan tersebut akan ditingkatkan melalui pelapisan hotmix, pelebaran bahu jalan, serta pembangunan penahan tanah di area rawan longsor dengan nilai anggaran sekitar Rp 1,18 miliar.
Bahkan untuk ruas Mojoagung – Mojoduwur juga menjadi perhatian karena menjadi jalur padat kendaraan. Perbaikan di ruas ini dianggarkan Rp 2,77 miliar untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.
Selain itu di kawasan selatan, ruas Mojolegi–Panglungan Wonosalam akan diperbaiki dengan anggaran Rp 1,90 miliar.
Proyek ini mencakup pelapisan hotmix dan penguatan struktur jalan di jalur menanjak.
Bahkan Pemkab Jombang juga menyiapkan perbaikan ruas Gebangbunder–Plandaan dengan konstruksi beton senilai Rp 2,65 miliar. Langkah ini dipilih agar jalan lebih kuat menahan beban kendaraan berat.
Selanjutnya untuk ruas Made–Asemgede Ngusikan mendapat alokasi Rp 2,66 miliar melalui kombinasi rigid pavement dan hotmix. Bustomi menegaskan, pembangunan jalan bertujuan meningkatkan keselamatan serta ketahanan infrastruktur untuk jangka panjang.
Mulai dari pelaksanaan lima proyek tersebut, Pemkab Jombang berharap konektivitas antarwilayah semakin baik dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih cepat pada 2026.
“Penetapan lokasi didasarkan pada tingkat kerusakan jalan, kepadatan lalu lintas, fungsi ruas dalam jaringan kabupaten, serta kontribusinya terhadap sektor pertanian, perdagangan, dan industri,” ujar Bustomi.
Bustomi juga menyampaikan, bahwa pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan keberlanjutan infrastruktur.
“Kami tidak hanya mengejar perbaikan permukaan jalan, tetapi juga memastikan aspek keamanan, ketahanan terhadap kondisi lingkungan, serta efisiensi pemeliharaan jangka panjang,” pungkasnya.
Selain itu dari segi pelaksanaannya, Dinas PUPR Jombang menggunakan kombinasi teknologi seperti hotmix dan rigid pavement (beton) untuk menyesuaikan karakteristik beban lalu lintas.
Sangat diprioritaskan pada peningkatan kualitas jalan dengan volume kendaraan tinggi sebagai penghubung kawasan permukiman dan pusat ekonomi.
Kepala Dinas PUPR Jombang juga memastikan seluruh proyek infrastruktur jalan Jombang akan dilaksanakan melalui mekanisme pengadaan yang transparan dengan pengawasan ketat.
“Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan biaya distribusi barang bisa ditekan,” pungkasnya. (Tok)



