JATIMSURABAYA

Berinovasi Alat Bantu Bergerak Penyandang Hemiparesis, FK UPN Jatim Raih Rekor MURI 

Penyerahan piagam rekor MURI di panggung UPN RISE 2026. (Foto: Suwoto)

SURABAYA, BIDIKNASIONAL.com – Tim Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (FK UPN Jatim) berhasil meraih rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia ) atas inovasi UPNiMOVE HEBAT, lewat karya inovasi alat bantu bergerak pertama pada situasi bencana bagi penyandang hemiparesis. Pemberian rekor MURI tersebut bersamaan saat inovasi ditampilkan dalam acara UPN RISE (UPN Research, Innovation & Societal Impact Expo) 2026 yang digelar pada Kamis 5 November 2026 bertempat di Kampus UPN “Veteran” Jatim. Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim FK UPN Jatim yang dipimpin oleh Prof. dr. Rika Yuliwulandari, M.Hlt.Sc., M.M., Ph.D. , Sp.KKLP, subsp. FOMC yang juga menjabat sebagai Dekan FK UPN Jatim.

“Di stan pameran, pengunjung dapat melihat bagaimana rompi, sabuk dan tali penopang sebagai unsur UPNiMOVE HEBAT dikenakan pada manekin. Tim berangkat dari persoalan yang dihadapi penyintas stroke ketika harus meninggalkan rumah dalam keadaan darurat. Sebagian penyintas mengalami hemiparesis, yakni kelemahan pada satu sisi tubuh. Ada yang kesulitan mengangkat ujung kaki saat melangkah. Ada pula yang membutuhkan penopang agar lengan yang lemah tidak menggantung saat berjalan,” jelas Prof. dr. Rika

Penopang lengan UPNiMOVE HEBAT yang terpasang pada manekin diperagakan oleh ketua tim, Prof. Rika. (Foto: Suwoto)

Lebih lanjut ia memaparkan, dalam suasana evakuasi, jarak beberapa meter menuju kendaraan pun bisa terasa jauh. Kebutuhan untuk menempuh jarak pendek inilah yang menjadi perhatian tim saat merancang alat.

UPNiMOVE HEBAT dapat disesuaikan dengan bagian tubuh yang membutuhkan dukungan. Untuk lengan, tim menggunakan rompi sebagai tempat mengaitkan tali penopang. Ujung tali terhubung ke sabuk di pergelangan tangan sehingga lengan yang lemah mendapat tumpuan. Untuk tungkai, tali elastis membentang dari sabuk panggul melalui pengikat paha hingga ke sepatu. Ujungnya dikaitkan pada tali sepatu untuk membantu mengangkat bagian depan kaki saat pengguna melangkah. Penopang dapat dipasang di sisi kanan atau kiri sesuai kebutuhan pengguna. Kedua bagian itu juga dapat dikenakan bersama bila lengan dan tungkai pada sisi yang sama memerlukan bantuan.

Masih kata Prof. Rika, Bagi keluarga terdampak bencana, kebutuhan untuk bergerak berlanjut setelah mereka tiba di pengungsian. Berpindah dari alas tidur ke kursi atau berjalan ke toilet bisa memerlukan bantuan anggota keluarga. Karena itu, tim FK UPN Jatim memilih rancangan yang ringan dan mudah dipasang oleh pendamping. Biaya pembuatan juga menjadi pertimbangan agar alat semacam ini kelak lebih mudah dijangkau masyarakat. Melalui pilihan tersebut, fakultas memberi perhatian pada keseharian warga yang sering luput dari pembicaraan tentang evakuasi.

Prof. dr. Rika Yuliwulandari (Memegang medali Rekor MUR) Bersama Tim UPNiMOVE HEBAT, model alat, dan piagam rekor MURI di stan pameran. (Foto: Suwoto)

Di UPN RISE 2026, katanya, tim memamerkan alat dalam ukuran sebenarnya berdampingan dengan model berukuran kecil. Pengunjung bisa mengamati letak sabuk, jalur tali, dan kait yang menghubungkan rompi dengan penopang lengan. Di balik piagam MURI yang dibawa pulang tim, ada kebutuhan yang lebih luas daripada peralatan itu sendiri. Keluarga perlu mengetahui bantuan seperti apa yang diperlukan orang terdekatnya ketika harus mengungsi. Relawan pun perlu mempertimbangkan kemampuan berjalan setiap warga saat mendampingi mereka menuju tempat aman.

“Lewat UPNiMOVE HEBAT, FK UPN Jatim memberi contoh bagaimana pengalaman keluarga menghadapi bencana dapat menjadi titik awal penelitian di kampus,” tegas Prof Rika. (Suwoto)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button