JATIMSIDOARJO

Regina Ade Sandra Memukau di Festival Paduan Suara RS se-Jawa Timur

Tim Paduan Suara Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo. (Foto: ist)

SIDOARJO, BIDIKNASIONAL.com – Festival Paduan Suara antar Rumah Sakit se-Jawa Timur yang digelar di salah satu mal ternama di Surabaya semakin meriah dengan penampilan memukau Regina Ade Sandra Kiranasari. Ia adalah putri sulung dari Andre Chrystanto (ACT) dan berhasil mencuri perhatian lewat kualitas vokalnya yang kuat dan harmonis.

Regina yang juga merupakan karyawan Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo tampil bersama tim paduan suara tempatnya bekerja. Festival yang berlangsung selama lima hari, sejak 20 hingga 25 Mei 2025 itu, mempertemukan berbagai rumah sakit se-Jawa Timur dalam kompetisi bergengsi memperebutkan trofi PERSI Jatim 2025 serta uang pembinaan puluhan juta rupiah.

Penampilan Regina pada hari kedua festival, Kamis (22/5/2025), langsung mendapatkan apresiasi tinggi dari dewan juri. Lagu yang dibawakan dinilai memiliki tingkat kesulitan tinggi, namun mampu disampaikan dengan teknik vokal yang matang dan penghayatan mendalam.

“Bangga sekali bisa ikut serta dalam festival ini. Bisa menampilkan kemampuan vokal saya di atas panggung adalah pengalaman yang luar biasa,” ujar Regina saat dihubungi usai penampilannya.

BACA JUGA : 4 MANTAN KADIS SIDOARJO DISEBUT TURUT BERTANGGUNG JAWAB PERKARA KORUPSI RUSUNAWA TAMBAKSAWAH

Rs Delta Surya
Regina Ade Sandra Kiranasari. (Foto: ist)

Meski tim dari RS Delta Surya belum berhasil masuk dalam kategori 10 besar, Regina tetap menunjukkan semangat positif. Ia menyatakan bahwa ajang ini bukan semata-mata tentang kemenangan, melainkan tentang proses dan kesempatan mengekspresikan diri.

Lulusan Sastra Arab dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini memang dikenal aktif di bidang seni. Ia mengaku ingin terus mengasah kemampuan bernyanyinya meski disibukkan dengan rutinitas kerja di dunia kesehatan.

“Saya ingin tetap belajar dan berkembang. Semoga bisa menginspirasi teman-teman lain bahwa dunia kerja dan seni bisa berjalan beriringan,” tuturnya.

Festival tahunan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga wahana silaturahmi antar tenaga kesehatan. Acara ini membuktikan bahwa di balik profesionalisme mereka dalam merawat pasien, tersimpan potensi seni yang luar biasa.

Laporan : Teddy Syah Roni

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button