
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat pada bulan Juli 2025 ini, Berupa bantuan pangan beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari masyarakat kurang mampu dan rentan yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Program ini merupakan salah satu stimulus ekonomi kuartal ll, yakni bantuan pangan berupa beras untuk bulan Juni dan Juli 2025, tiap KPM menerima 10 kilogram dengan alokasi 2 bulan, jadi tiap penerima mendapat 20 kilogram.
Pada Hari Senin ( 21/07/2025), bertempat di Gedung Serba Guna Kincang wetan, mulai pagi masyarakat penerima manfaat sudah berduyun duyun berdatangan untuk menerima bantuan pangan beras.
“Warga masyarakat mulai pagi sudah berdatangan, kali ini ada sekitar 287 KPM yang akan menerima, mereka masuk dalam katagori kurang mampu dan rentan, yang terdaftar dalam DTKS, tiap KPM mendapat 20 kilogram yang dialokasikan untuk bulan Juni dan Juli”, tutur Ety Soekilasmini, S. E., Kades setempat.
Lebih lanjut, bantuan disediakan oleh pemerintah melalui Perum Bulog dan penyalurannya secara langsung di desa/kelurahan atau titik tertentu yang telah ditentukan di masing – masing wilayah. Untuk pengambilan bantuan ini, Keluarga Penerima Manfaat wajib membawa undangan resmi, serta identitas diri berupa KTP dan/atau Kartu Keluarga.
Penyaluran bantuan pangan dilaksanakan berdasarkan data penerima bantuan pangan ( PBP ) yang telah ditetapkan oleh Bapanas melalui koordinasi dengan Kementrian Sosial, guna memastikan bantuan tepat sasaran.
“Bantuan pangan ini merupakan bagian penebalan bantuan sosial tahun 2025, yang digagas pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah dan menekan inflasi pangan, khususnya beras”, pungkasnya.
Di tempat itu, Rusmiati warga dari RT. 03. RW. 01 merupakan salah satu penerima bantuan pangan, mengungkapkan kegembiraannya. “Kami sangat senang dengan adanya bantuan pangan berupa beras ini, dimana harga beras agak naik dan sawah juga belum panen, sekali lagi terima kasih kepada pemdes Kincang Wetan, Pemkab, Bulog dan Pemerintah Pusat melalui Bapanas,” ungkapnya.
Laporan: Bas
Editor: Budi Santoso



