
MADIUN, BIDIKNASIONAL.com – Suara tawa anak-anak terdengar memenuhi halaman sekolah pagi itu. Di sela kegiatan belajar, puluhan siswa duduk rapi mendengarkan penjelasan tentang pentingnya menjaga kesehatan. Sebagian tampak malu-malu saat diajak berdiskusi, sementara yang lain antusias menjawab pertanyaan dari petugas kesehatan. Di usia mereka yang masih belia, mungkin belum banyak yang memahami arti penting menjaga kesehatan sejak dini. Namun dari ruang kelas sederhana itulah, harapan tentang masa depan yang lebih sehat perlahan mulai ditanamkan.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat pada anak usia sekolah, BPJS Kesehatan bersama fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) menggelar penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Skrining Riwayat Kesehatan di Sekolah Rakyat Kabupaten Ponorogo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), guna memastikan kesehatan peserta dapat terpantau sejak dini.
Kepala Sekolah Rakyat Kabupaten Ponorogo, Devit Tri Candrawati, menyampaikan bahwa edukasi hidup sehat perlu diberikan sejak dini agar menjadi kebiasaan baik bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan perlu terus ditanamkan agar anak-anak dapat tumbuh dengan pola hidup yang lebih sehat dan teratur.
“Terima kasih atas dukungannya memberikan penyuluhan bersih dan hidup sehat kepada anak-anak. Kami berharap kebiasaan baik yang diajarkan hari ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan anak-anak mulai memperbaiki kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih sehat,” kata Devit, di Ponorogo.
Tak hanya PHBS, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Madiun, Wahyu Dyah Puspitasari, menambahkan bahwa program skrining riwayat kesehatan bagi siswa sekolah rakyat juga menjadi salah satu langkah untuk memantau kondisi kesehatan peserta secara berkala. Melalui program tersebut, BPJS Kesehatan berharap seluruh siswa sekolah rakyat yang telah menjadi peserta JKN aktif dapat terpantau kondisi kesehatannya, sehingga apabila ditemukan potensi risiko penyakit dapat segera dilakukan penanganan lebih awal.
“Melalui kegiatan penyuluhan dan skrining riwayat kesehatan, diharapkan anak-anak tidak hanya memahami pentingnya hidup sehat, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang lebih peduli terhadap kesehatannya di masa depan. Sebab menjaga kesehatan sejak dini merupakan langkah kecil yang dapat membawa dampak besar bagi kehidupan mereka ke depannya, dan ini adalah wujud kesetaraan layanan kesehatan bagi semua,” kata Ita.
Salah satu siswa Sekolah Rakyat Kabupaten Ponorogo, Igun (12), mengaku senang dapat mengikuti kegiatan penyuluhan dan skrining kesehatan tersebut. Menurutnya, melalui kegiatan itu dirinya menjadi lebih memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh sejak dini.
“Sekarang saya jadi tahu kalau harus rajin cuci tangan, makan makanan sehat, dan rutin menjaga kebersihan supaya tidak mudah sakit. Saya juga senang karena bisa tahu kondisi kesehatan saya,” ujarnya polos.(bp/tk/red)



