
BANJAR, BIDIKNASIONAL.com – Kondisi bangunan sekolah yang telah lama belum direhabilitasi menjadi perhatian setelah ruang guru dan perpustakaan SDN 3 Batulawang, Kota Banjar, dilaporkan ambruk sekitar pukul 19.00 WIB.
Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kondisi kelayakan bangunan sekolah yang disebut telah lapuk dan belum mendapatkan rehabilitasi selama kurang lebih 14 tahun.
Kepala SDN 3 Batulawang membenarkan bahwa bangunan tersebut sudah lama belum direhabilitasi. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama terkait keselamatan warga sekolah serta kelayakan sarana dan prasarana pendidikan.
Usai kejadian, jajaran Dinas Pendidikan Kota Banjar turut hadir untuk melihat langsung kondisi bangunan yang runtuh. Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga mendatangi lokasi guna memantau situasi pascakejadian.
Hingga saat ini, penyebab pasti ambruknya bangunan tersebut belum dapat dipastikan dan perlu ditelusuri melalui pemeriksaan teknis oleh pihak yang berwenang.
Pertanyaan tersebut patut menjadi perhatian bersama. Usia bangunan, kondisi material, pemeliharaan rutin, serta kemungkinan kerusakan pada struktur perlu diperiksa untuk mengetahui faktor yang menyebabkan keruntuhan. Kesimpulan mengenai penyebabnya harus berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan dugaan semata.
Di sisi lain, keterangan kepala sekolah bahwa bangunan sudah lama belum direhabilitasi menjadi informasi penting bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kondisi sarana pendidikan, khususnya bangunan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Dinas Pendidikan Kota Banjar diharapkan segera melakukan pendataan dan pemeriksaan teknis terhadap bangunan yang ambruk maupun bagian gedung lain yang masih berdiri. Apabila ditemukan bagian yang tidak aman, area tersebut perlu diamankan dan tidak digunakan sampai dinyatakan layak.
Pemerintah daerah juga diharapkan menjelaskan riwayat pengajuan rehabilitasi sekolah, hasil penilaian kondisi bangunan, serta rencana tindak lanjut untuk pemulihan fasilitas yang terdampak.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemeliharaan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan bukan sekadar persoalan kenyamanan, melainkan juga menyangkut keselamatan guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
Masyarakat kini menantikan langkah konkret dari pihak terkait agar kondisi bangunan SDN 3 Batulawang dapat ditangani secara tepat, transparan, dan mengutamakan keselamatan. (Asep sujana)



