
KEDIRI, BIDIKNASIONAL.com – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya yang sangat vital bagi masyarakat, terkhusus ketika mendampingi dan memberikan kepastian akses pelayanan kesehatan bagi peserta yang menghadapi proses pengobatan maupun kondisi darurat. Manfaat nyata tersebut dirasakan langsung oleh Ulfa Wahyuni Rahma (36), seorang pekerja asal Ngadirejo, Kota, Kota Kediri, yang mana harus menjalani perawatan medis intensif akibat keluhan kesehatan yang dialaminya selama menjalani rangkaian pengobatan tuberkulosis (TB).
Di tengah situasi yang mengkhawatirkan dan melemahkan kondisi fisik, keberadaan Program JKN memberikan rasa aman serta perlindungan finansial yang sangat berarti bagi Ulfa dan keluarganya. Ulfa menceritakan bagaimana awal mula dirinya harus menghadapi tantangan kesehatan tersebut.
“Awalnya saya hanya mengalami batuk, lalu memeriksakan diri dan disarankan untuk melakukan pemeriksaan dahak di puskesmas. Dari hasil pemeriksaan puskesmas, terdeteksi adanya bakteri tuberkulosis. Atas anjuran faskes dikarenakan konfirmasi hasil dari puskesmas, saya tetap disarankan untuk meminum obat tersebut,” ujar Ulfa saat ditemui di Kediri (12/10).
Kendati demikian, dalam proses konsumsi obat tuberkulosis tersebut, Ulfa yang memiliki riwayat penyakit lambung (maag) mengalami efek samping yang cukup berat. Ia sering merasa mual, muntah terus-menerus, hingga kondisi fisiknya semakin melemah. Setibanya di instalasi gawat darurat (IGD), hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan fungsi darah dalam batas normal, namun kondisi fisik Ulfa yang terus melemah dan muntah membuatnya harus mendapatkan perawatan lanjutan. Meskipun telah diberikan tindakan medis berupa infus dan penyuntikan pereda nyeri, kondisinya belum menunjukkan perubahan signifikan.
“Karena saya memang sudah memiliki riwayat maag, setelah meminum obat tuberkulosis tersebut efeknya membuat mual, muntah terus, dan kondisi lambung semakin parah. Bahkan sampai hari ketiga, tepatnya hari Senin pekan lalu, saya sudah sangat lemas dan tidak berdaya, hingga akhirnya dibawa ke IGD RS Bhayangkara,” ungkap Ulfa.
Menggunakan kepesertaan JKN aktif dari segmen pekerja penerima upah (PPU) dari perusahaan tempatnya bekerja, Ulfa mendapatkan kemudahan alur rujukan secara bertahap mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), hingga akhirnya dirujuk ke rumah sakit penanganan lanjutan di Kota Kediri. Melalui penanganan medis yang terpadu, dokter memutuskan untuk menghentikan sementara konsumsi obat tuberkulosis guna memulihkan fungsi organ pencernaan dan livernya terlebih dahulu.
“Sejak hari Sabtu saya sudah tidak mengonsumsi obat tuberkulosis lagi atas instruksi dokter, dan puji syukur kondisi saya berangsur-angsur membaik. Dukungan dan arahan penanganan dari dokter serta fasilitas kesehatan sangat membantu saya,” ungkap Ulfa.
Sebagai peserta JKN dari segmen PPU, Ulfa menyampaikan apresiasi dan rasa syukurnya yang mendalam atas layanan kesehatan yang diperolehnya. Ia menilai seluruh proses rujukan, penanganan medis, hingga perawatan berjalan lancar tanpa ada kendala administrasi maupun perbedaan pelayanan.
“Pelayanan dari fasilitas kesehatan dan rumah sakit sangat baik. Kami tidak dibeda – bedakan, semua dilayani dengan profesional. Selain itu, seluruh biaya pengobatan, perawatan, dan obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan tanpa ada iur biaya tambahan sepeser pun. Hal ini tentu sangat meringankan beban kami,” tutur Ulfa.
Pengalaman positif ini semakin mengukuhkan keyakinan Ulfa bahwa Program JKN memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap program jaminan kesehatan ini dapat terus berjalan secara konsisten dan semakin optimal dalam melayani masyarakat luas.
“Kesan saya menggunakan Program JKN ini sangat terbantu, mudah, dan terarah. Saya berharap program ini terus berlanjut dan semakin optimal ke depannya karena manfaatnya benar – benar dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Ulfa. (bp/id/red)



