ACEH

Sungai Tripe Meluap, Puluhan Rumah Warga Desa Pasir Gayo Lues Terendam Banjir

GAYO LUES, ACEH, BN-Sedikitnya puluhan rumah warga di Desa Pasir, Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, terendam banjir setelah di guyur hujan, air menggenangi permukiman sejak, Rabu (11/12) sore, sekira pukul 17:30 Wib.

Warga Pasir, Mat Seru, saat di konfermasi Bidik Nasional melalui telpon seluler mengatakan ketinggian banjir saat ini bervariasi antara 30 hingga 50 Centimeter.

“Air telah masuk kedalam rumah hingga merendam perabotan serta harta benda milik warga,” terangnya.

Menurutnya, banjir di wilayahnya telah terjadi dua kali dalam setahun terakhir atau setiap aliran sungai Tripe yang membentang dari Blang kejeren menuju Desa Pasir, Tripe Jaya meluap.

“Sudah menjadi langganan banjir setiap sungai Tripe meluap karena permukiman warga tidak jauh dari bantaran sungai,” kata Mat Seru .

Kali ini banjir yang terjadi sempat membuat panik warga, pasalnya air masuk ke permukiman setelah hujan mengguyur Gayo lues.

“Jadi tidak kaya banjir biasanya dimana air itu naiknya sedikit-sedikit dan tingginya pun hanya sekitar 50 cm,” jelas Mat Seru.

Menurutnya, warga korban banjir sebagian besar masih bertahan di rumah masing-masing. Mereka juga mulai mencari tempat di tempat yang dinilai aman.

Warga sangat berharap agar pemerintah baik pusat maupun daerah segera mencari solusi terbaik.

“Kalau untuk korban Alhamdulillah tidak ada, tapi kalau harta benda, ya alat-alat elektronik dan barang berharga lainnya aja semuanya rusak tapi sekarang saya belum menghitung berapa kerugian yang saya alami,” tutur Mat Seru.

Sementara Muhammad Saleh SE Kabid
Rehabilitasi dan Rekonstruksi pada Dinas BPBD, Gayo Lues, saat di hubungi Bidik Nasional melalui telpon seluler Kamis(12/12) menghimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal DAS Tripe agar selalu waspada terhadap banjir susulan, karena menurut data BMKG puncak hujan, di Gayo Lues di prediksi antara pertengahan Desember
2019 s.d februari 2020.

“Pihak BPBD akan segera mendata kerugian akibat dampak banjir. Serta penangganan sementara untuk masyarakat tidak panik,” pungkasnya. (dir)

Related Articles

Back to top button