Forpimda Dan FKUB Mengajak Ciptakan Persaudaraan Dan Persatuan


BANYUWANGI, JATIM, BN – Tahun 2018, Minggu (13/05) telah terjadi insiden bom bunuh diri terhadap jemaat Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna dengan korban 14 orang meninggal dunia.
Menyikapi masalah ini Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) dan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) menggelar pertemuan kerukunan beragama di Kodim 0825 Banyuwangi, Minggu (13/05) minggu.

Pertemuan tersebut salah satunya untuk deklarasi menyatakan sikap saling menjaga antar kerukunan umat beragama,dan mengecam perbuatan tindakan terorisme.
Dalam pertemuan itu nampak hadir Kapolres bersama jajaranya, Dandim, Danlanal, wakil Bupati Banyuwangi, dan sejumlah tokoh lintas agama.

Menurut kapoles Banyuwangi AKBP Doni Aditya Warman, pertemuan tersebut merupakan deklarasi menyatakan sikap terkait aksi teroris yang di Surabaya.
“Deklarasi bersama forum pimpinan daerah dan FKUB Banyuwangi ini merupakan reaksi untuk menyatakan deklari komitmen bersama dalam menjaga kerukunan umat beragama di Banyuwangi dan NKRI khusunya,” ungkapnya.
Kapolres juga menghimbau kepada umat beragama tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain.
“Saya menghimbau kepada semua elemen umat beragama dan masyarakat khususnya agar tidak saling menyalahkan satu dengan yang lain, mari kita jaga ketentraman di Banyuwangi dan negara Republik Indinesia,” tegasnya.
“Untuk pengamanan kita berkomitmen bersama Polri, TNI, dan pemerintah daerah di sejumlah titik vital, seperti tempat-tempat ibadah,pelabuhan,dan tempa-tempat vital lainya,” pungkas Kapolres.

Sementara itu di tempat yang sama wakil bupati Banyuwangi dan komandan kodim 0825 dan Lanal juga menyatakan sikap untuk bersama-sama menjaga kerukunan umat beragama di Banyuwangi dan negara kesatuan Republik Indonesia.
Semoga kabupaten Banyuwangi terciptanya situasi aman dan kondusif. (Tim BN Banyuwangi)



